PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Jagoan Tani, Cara Ipuk Tarik Minat Generasi Muda Banyuwangi Mau Bertani

jagoan tani banyuwangi
Jagoan Tani Banyuwangi

Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak anak-anak muda agar mau menggeluti bisnis pertanian dengan segala subsektornya. Anak muda yang berminat akan diseleksi Pemkab, dan bagi yang terpilih disiapkan modal ratusan juta hingga penyediaan lahan untuk usaha.

”Regenerasi petani adalah tantangan kita bersama. Sekarang jujur saja, berapa anak muda yang tertarik bisnis pertanian? Survei kecil-kecilan saja, yang nongkrong di kafe, tanyain saja acak. Pasti sangat sedikit yang mau masuk ke bisnis pertanian,” kata Ipuk, Senin (7/6/2021).

Upaya Pemkab Banyuwangi mengajak anak-anak muda untuk bertani itu dilakukan lewat inovasi barunya, program Jagoan Tani. Inovasi menarik yang bermanfaat bagi masyarakat ini dilaunching kemarin.

Ipuk menambahkan, hasil sensus pertanian nasional disebutkan hanya ada 12 persen petani berusia di bawah 35 tahun. Adapun jumlah petani berusia di atas 45 tahun mencapai 61,8 persen.

”Jika tak ada regenerasi, ke depan semakin sedikit anak muda yang menggeluti pertanian. Jagoan Tani menghadirkan paras sektor pertanian yang lebih menarik, ada sentuhan inovasi dan digitalisasinya, sehingga kita berharap anak-anak muda mau melirik pertanian termasuk di dalamnya perkebunan, perikanan, peternakan,” bebernya.

Bupati dari PDI Perjuangan ini pun menjelaskan, bahwa Jagoan Tani adalah hasil transformasi dari kompetisi bisnis pertanian anak muda yang rutin digelar Banyuwangi sejak 2018, yang terus akan dikembangkan.

”Sekarang kita transformasikan menjadi lebih terintegrasi. Bukan hanya ide atau rintisan bisnis pertanian dikompetisikan, tapi juga ada mentoringnya, dikoneksikan dengan perbankan, dan disediakan lahan untuk usaha. Juga tentu ada hadiah Rp 120 juta untuk stimulus modal,” jelas Ipuk.

Sejumlah mentor bakal dihadirkan untuk ”mencuci otak” anak muda Banyuwangi terkait konsep bisnis pertanian modern. Ada dosen hingga ada praktisi.

Ipuk menambahkan, konsep Jagoan Tani semakin terintegrasi karena juga ada fase presentasi ke perbankan.

”Saya inginnya bukan hanya perbankan, tapi juga ada pengusaha, ada investor, yang bisa melihat bagaimana anak-anak muda ini presentasi ide gilanya soal dunia pertanian, sehingga nanti bisa dibiayai,” pungkasnya.info/red