PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Samara Food Payakumbuh Ajak Milenial Produksi Olahan Ikan

Samara food
Samara Food

Surabaya – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi stan frozen food milik CV Samara Food, salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat (3/6).

Menariknya, usaha produk olahan ikan ini dijalankan oleh para milenial. Terdiri dari 17 tenaga kerja berumur 20 sampai 29 tahun. “Ini bagus sekali, pertahankan kualitasnya ya dan terus berinovasi,” ujar Menteri Trenggono saat mendengar penjelasan pemilik usaha.

Unit Pengolahan Ikan (UPI) Samara Food mampu memproduksi tuna fillet sebanyak 700-800 kilogram per bulan menjadi frozen food seperti nugget, bakso, siomay. Dengan tenaga kerja sekitar 17 orang, omzet yang didapat pun terbilang tinggi di rentang Rp70 juta hingga Rp120 juta per bulan dengan pangsa pasar wilayah Sumatera Barat, Riau, Batam dan Jambi.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti yang ikut serta dalam kunjungan mengatakan akan membantu promosi produk yang dihasilkan oleh UPI Samara. KKP memiliki wadah promosi Pasar Laut Indonesia yang ada di bandara dan rest area, sebagai etalase produk olahan ikan di Indonesia.

“Ini bagus sekali, inikan milenial ya. Ide-idenya, semangatnya bagus banget. Ini kita akan bantu lagi promosinya. Kita lagi ada pameran yang di bandara. Kita minta dia bergabung, mudah-mudahan lebih luas lagi pasarnya,” ungkap Artati.

Rahmi pimpinan usaha mengatakan, inovasi serta jeli membaca keinginan dan peluang pasar memang menjadi kunci usaha yang dibangunnya sejak tujuh tahun lalu, bisa bertahan hingga kini, bahkan saat masa pandemi.

“Dulu awalnya produk kami banyak, ada sekitar tujuh produk. Tapi setelah berjalan dan berdasarkan permintaan pasar yang kami catat dan amati, sekarang kami fokus memproduksi bakso tuna, siomay tuna, nungget tuna, nugget wartel tuna,” ungkap Rahmi.

Rahmi juga aktif mengikuti program-program pengembangan UMKM yang digagas pemda maupun pemerintah pusat. Usaha Rahmi kini tercatat sebagai UPI binaan Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) yang merupakan unit kerja eselon 1 KKP.

Untuk menjaga kualitas produk, Rahmi menaruh komposisi 80 persen daging tuna dan proses pembuatannya pun tanpa menggunakan bahan pengawet makanan. Karena kualitas dan rasa yang terjaga, frozen food produksi usaha Rahmi kini masuk pasar retail.

Alasan Rahmi memilih tuna menjadi bahan bakunya, sebab komoditas tersebut mudah diperoleh dan rasanya sangat enak. Daging tuna dapat dibeli dari pabrik pengolahan yang ada di Kota Padang maupun dari nelayan langsung.

“Tapi ke depan kami sedang rencanakan untuk menambah bahan baku dari ikan lain, seperti mahi-mahi dan udang. Udang nantinya dibuat menjadi dimsum. Sasaran pasarnya pun mau kami luaskan, ke pelaku usaha kuliner langsung bukan hanya retail,” pungkasnya.info/red