PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Puluhan Ribu Sukarelawan Mundur dari Olimpiade Tokyo

logo olimpiade Tokyo

Surabaya – Sekitar 10.000 dari 80.000 sukarelawan yang disiapkan untuk Olimpiade Tokyo telah mengundurkan diri. Pihak penyelenggara mengungkapkan, saat ini mereka tengah berjuang melawan keraguan banyak pihak atas ajang Olimpiade tinggal 50 hari lagi resmi berlangsung.

Ketua penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 Seiko Hashimoto mengesampingkan ide penundaan pesta olahraga tersebut. Berbicara kepada surat kabar olahraga Jepang, dia mengatakan, pembatalan hanya akan terjadi dalam keadaan bencana seperti sebagian besar delegasi tidak dapat datang ke Jepang.

Pihak penyelenggara pada Kamis (3/6/2021) ini akan menandai 50 hari lagi pelaksanaan Olimpiade Tokyo, dalam upaya untuk membangun antusiasme publik. Meskipun saat ini jajak pendapat menunjukkan, sebagian besar orang di Jepang ingin Olimpiade ditunda atau dibatalkan.

Jepang sedang berjuang melawan gelombang infeksi Covid-19 dengan Tokyo dan beberapa bagian lain negara itu dalam status keadaan darurat yang akan berlangsung hingga sebulan sebelum Olimpiade.

Pada Rabu (2/6/2021) malam, CEO Olimpiade Tokyo 2020 Toshiro Muto mengatakan kepada media lokal, sekitar 10.000 sukarelawan, yang sangat penting untuk kelancaran acara besar ini telah berhenti, sebagian besar karena masalah Covid-19.

Yang lainnya keluar setelah Olimpiade yang seharusnya berlangsung pada 2020 ditunda satu tahun (2021). Ada juga yang mundur sebagai protes atas pernyataan gender yang dibuat oleh pendahulu Hashimoto, yang akhirnya mengundurkan diri.

Muto mengatakan, pengurangan sukarelawan tidak akan mempengaruhi jalannya Olimpiade karena acara telah diperkecil, sehingga lebih sedikit orang yang dibutuhkan.

Para pendukung atlet dari negara lain telah dilarang hadir, dan keputusan apakah Olimpiade akan mengizinkan penonton domestik diharapkan dapat diambil akhir bulan ini setelah status keadaan darurat di Tokyo berakhir pada 20 Juni.

Jumlah pejabat dan peserta luar negeri yang datang untuk Olimpiade telah dikurangi sekitar setengahnya, menjadi sekitar 78.000. Jumlah tersebut bahkan kemungkinan bisa berkurang kembali.

Hashimoto menegaskan kembali. Olimpiade akan aman bagi para peserta dan publik Jepang. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Kamis, ia mengatakan pembatalan hampir tidak dapat dibayangkan.

“Jika berbagai negara di seluruh dunia mengalami situasi yang sangat serius, dan delegasi dari sebagian besar negara tidak dapat datang, maka kami tidak akan dapat menahannya,” katanya kepada harian Nikkan Sports.

“Kecuali situasi seperti itu muncul, Olimpiade tidak akan dibatalkan”.

​​​​​​Sumber: channelnewsasia.com