PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Jalur KA Makassar-Parepare Ditargetkan Bisa Beroperasi 2022

pembangunan jalur kereta api
pembangunan jalur kereta api

Surabaya, Pustakalewi.com – PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, melalui entitas asosiasi, yaitu PT Celebes Railway Indonesia (CRI), menandatangani fasilitas sindikasi pinjaman berjangka senior dan pembiayaan musyarakah mutanaqisah.

Penandatanganan fasilitas pembiayaan senilai Rp 693,83 miliar tersebut, akan digunakan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian umum Makassar-Parepare yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Penandatangan tersebut dilakukan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Penandatanganan fasilitas sindikasi pinjaman dan pembiayaan ini, ditandatangani oleh CRI dan para lenders yang terdiri dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), dan disaksikan langsung Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, mengatakan, sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang dicanangkan oleh pemerintah, pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare diharapkan dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung pada percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua lenders yang telah memberikan kepercayaan kepada CRI selaku entitas asosiasi PTPP. Kami yakin dana yang dihimpun dari sindikasi pembiayaan ini akan sangat berguna untuk mempercepat pembangunan proyek jalur kereta api Makassar-Parepare beserta infrastruktur pendukungnya,” kata Novel dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/6/2021).

Novel menjelaskan, proyek pembangunan jalur Kereta Api Makassar-Parepare merupakan proyek pembangunan kereta api pertama di Indonesia yang menggunakan skema KPBU dan skema pembayaran ketersediaan layanan.

Jalur kereta api tersebut ditargetkan dapat beroperasi secara komersial di tahun 2022 untuk melayani Provinsi Sulawesi Selatan yang meliputi 5 Kabupaten atau Kota, yaitu Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Barru, Kota Makassar, dan Kota Parepare.

Nantinya, jalur kereta api Makassar-Parepare akan berperan sebagai sarana transportasi untuk mendukung permintaan angkutan penumpang dan perpindahan barang serta membangun konektivitas nasional.

“Komitmen perusahaan untuk menyelesaikan program infrastruktur nasional tersebut juga harus dibarengi dengan strategi pendanaan yang konservatif,” ujar Novel Arsyad.

Sumber: BeritaSatu.com