PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ada Sembilan SMP di Kota Bogor Gelar Pembelajaran Tatap Muka Perdana

uji coba pembelajaran tatap muka
uji coba pembelajaran tatap muka

Surabaya, Pustakalewi.com – Sembilan sekolah tingkat menengah pertama (SMP) di Kota Bogor melakukan uji coba perdana pembelajaran tatap muka (PTM), hari ini, Senin (31/5/2021). Uji coba ini terus digelar secara bertahap pada selama dua pekan ke depan.

Hari pertama, dilakukan 9 sekolah yakni SMPN 6, SMPN 14, SMPN 15, SMPN 19, serta SMPN 12. Juga sekolah swasta SMP Al Yasmin, Sekolah Alam Bogor, Al Mustarih, dan SMP Rimba Madya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut, uji coba PTM terbatas ini akan dilakukan bertahap selama dua pekan pada 28 SMP lainnya. Lalu, juga akan dilakukan pada tingkat SD mulai 21 Juni 2021.

“Jadi hari ini 9 sekolah dulu, bergantian. Sudah ada jadwalnya semua bergantian nanti perlahan-lahan ketika semuanya lancar ya boleh agak banyak. Jadi kita tidak ingin serentak, terlalu berisiko. Sekarang pengenalan dulu sampai kita mempelajari titik lemahnya apa saja. Tingkat SD (mulai) tanggal 21, masih dalam proses verifikasi,” kata Bima.

Salah satu sekolah yang menggelar uji coba adalah SMPN 15 Kota Bogor yang berada di Jalan Mandala, Kecamatan Bogor Utara. Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa SMP tersebut sudah mulai berdatangan.

Sebelum masuk ke kelas, mereka melakukan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu dan mencuci tangan. Kemudian, di dalam kelas bangku siswa sudah diatur jaraknya dan wajib memakai masker.

Di sekolah ini, siswa yang menggelar uji coba PTM hanya kelas 1 SMP. Hanya terdapat 4 kelas dan setiap kelasnya diisi oleh 16-17 siswa dengan jam belajar mulai pukul 07.00 WIB-10.00 WIB.

Bima menyebut, pada tahap awal PTM materi sekolah mengenai sosialisasi .

“Tentang Covid-19. Jadi anak-anak itu kita minta mentaati prokes, mereka harus paham dulu Covid,” kata Bima.

Dalam uji coba ini, Bima menitipkan kepada sekolah untuk selalu dimonitor kondisi kesehatan siswa. Apabila ada yang sakit tidak diperkenankan masuk.

“Kita pastikan juga anak-anak itu selalu dimonitor saya titip tadi. Setiap hari harus dimonitor dengan orang tua apabila ada gejala langsung ada tindakan dan diminta untuk tidak hadir sekolah,” pintanya.

Bima pun mengimbau agar para siswa yang berangkat ke sekolah tidak menaiki angkutan umum. Hal itu guna meminimalisir penularan Covid-19.

“Semua harus punya data yang pulangnya masih naik angkutan kota siapa saja, sehingga harus selalu dimonitor. Tadi sebagian besar saya liat jalan kaki atau dijemput pakai motor ya. Hanya 1 yang naik angkutan kota tapi itu kita akan antensi khusus,” terang Bima.

Sumber: BeritaSatu.com