PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Puan Maharani: Perempuan Berkontribusi Besar Lestarikan Budaya Bangsa

pidato puan maharani
pidato Puan Maharani

Surabaya, Pustakalewi.comKetua DPR Puan Maharani mengatakan, perempuan Indonesia dibesarkan oleh budaya leluhur sehingga memiliki tekad untuk melestarikannya. Menurut Puan, setidaknya ada dua bentuk peran yang dilakukan perempuan sebagai benteng budaya. Dia menegaskan, perempuan Indonesia memiliki kontribusi besar dalam melestarikan budaya bangsa.

“Pertama, sebagai agen budaya perempuan memiliki peran sentral dan berkontribusi besar dalam menciptakan sekaligus mempertahankan pelestarian produk kebudayaan yang ada dalam masyarakat,” ujar Puan saat membuka Pagelaran Wayang Kulit di TVRI, Senayan, Jakarta dalam rangka Peringatan Hari Kartini baru-baru ini.

Menurut Puan yang pernah menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana ini, setiap perempuan harus memiliki kontribusi aktif dalam melestarikan budaya sebagai jati diri bangsa.

Kedua, tambah Puan, kiprah perempuan dalam keluarga memiliki andil sangat berharga. Yakni selain memupuk nilai-nilai budaya kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. “Keluarga merupakan titik awal kehidupan seseorang. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga akan turut membimbing hidup seseorang sepanjang hidupnya. Harapan saya, setiap keluarga di Indonesia menjadi titik awal kecintaan rakyat Indonesia terhadap budaya bangsa,” tegas Puan.

Ia menambahkan, para generasi muda harus menyadari bahwa produk dan nilai kebudayaan dari berbagai daerah ialah bagian dari keindahan dan keunikan Indonesia yang harus dijaga bersama.

“Pada akhirnya, kita semua, baik perempuan maupun laki-laki, perlu sama-sama menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia,” kata Puan. Dalam kesempatan itu, Puan mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pelaku budaya yang terus berkarya di tengah situasi pandemi Covid-19.

Perempuan memiliki peran sentral dalam pelestarian budaya bangsa. Oleh karena itu, tidak mengejutkan jika dalam daftar Forbes 30 Under-30 Asia yang dirilis tahun 2021 ini, sejumlah perempuan berprestasi memiliki minat yang tinggi terhadap pelestarian budaya, salah satunya adalah aktris Maudy Ayunda.

Maudy Ayunda, 26, adalah salah satu aktris yang masuk dalam daftar Forbes 30 Under-30 Asia. Perempuan bertalenta ini tidak hanya terkenal karena kiprahnya di dunia seni peran, tetapi juga berprestasi di bidang akademik. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Oxford Inggris dan kini tengah mengejar gelar jenjang S2 di Universitas Stanford, Amerika Serikat. Maudy juga dikenal sebagai pemerhati isu mengenai emansipasi wanita serta pelestarian budaya Indonesia.

Dalam banyak wawancara, ia mengungkapkan bahwa perempuan juga berhak mengaktualisasikan diri serta mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Sayangnya, Maudy mengaku masih sering mendengar anggapan yang meremehkan pendidikan tinggi bagi perempuan.

“Aku senang belajar dan sekarang sedang sekolah S2. Suatu hari aku ingin berkarier di dunia yang memiliki ekspektasi banyak. Harus banyak memotivasi diri sendiri karena orang belum tentu percaya dan mungkin mereka beranggapan, ngapain perempuan sekolah tinggi?” ungkap Maudy dalam live Instagram saat berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam rangka Hari Kartini.

Maudy mengungkapkan, belajar khususnya bagi perempuan sangat penting agar bisa berpikir kritis. Tak hanya menyoal pendidikan bagi kaum perempuan, Maudy juga dikenal karena kepeduliannya terhadap budaya. Salah satunya, ia digandeng sebagai salah satu model mewakili perempuan generasi muda untuk pemotretan buku “Kisah Kebaya” karya Didiet Maulana pada Januari 2021 lalu.

Maudy memberikan catatan dalam buku itu, “Kebaya potret sejarah yang klasik, relevan serta bentuk solidaritas perempuan Indonesia di setiap generasi.” Maudy juga mengungkapkan rasa bangganya karena menjadi bagian dari proyek pelestarian budaya Indonesia.info/red