PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Vihara Dhamma Kerti Kreasikan Batik Bermotif Filosofi Ajaran Buddha

batik budha
foto: @batik_kinnara_kinnari

Surabaya – Vihara Dhamma Kerti berada di Desa Sumberagung, Banyuwangi ini mengembangkan batik bermotif filosofi ajaran Buddha. Ada corak roda Dhamma, daun Bodhi, Teratai (yang dalam ajaran Buddha adalah simbol kemurnian), dan karakter-karakter dalam cerita perjalanan Buddha Gautama.

Keteduhan, keindahan, dan semangat terpancar dari lembaran kain batik yang dihasilkan. Tentu makna tersiratnya juga soal welas asih, metta (cinta kasih), yang menjadi bagian terpenting dari ajaran Buddha.

Vihara menjadi semakin hidup. Selain untuk tempat puja bakti, belajar Buddhadharma, dan berbagai aktivitas spiritual; juga ikut memberdayakan ekonomi.

Batik tersebut bisa dilihat di IG @batik_kinnara_kinnari demikian promosi Bupati Banyuwangi Ipuk pada laman IG-nya.

Selamat merayakan Trisuci Waisak, sahabat-sahabat umat Buddha. Menandai perjalanan dari kelahiran Pangeran Siddharta, penerangan sempurna menjadi Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama, tulis Ipuk.

Semoga berkah Waisak membawa damai dan bahagia bagi umat manusia, yang kini sedang berjuang menghadapi pandemi Covid-19.

“Atas nama Pemkab Banyuwangi, saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh umat Buddha di Banyuwangi yang selama ini telah bergotong royong bersama memajukan Banyuwangi,” tutur Ipuk.

Vihara Dhamma Kerti, Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi membuka usaha produksi batik dengan motif buddhis yakni Batik Kinnara Kinnari.

Pembuatan batik Kinnara Kinnari bermula dari program Participatory Action Research (PAR) STAB Nalanda yang dimulai Agustus 2020. Usaha tersebut sudah nampak hasilnya. Ragam batik motif buddhis yang dihasilkan mulai laku dipasaran.

Vihara Dharma Kerti pun makin hidup. Ruang Dharmasala memang selalu terkunci di luar jam puja bakti bersama dan kegiatan Sekolah Minggu Buddhis.

Namun, aktivitas ibu-ibu membatik tiap hari membuat vihara selalu ramai. Selain itu, vihara juga mendapat sebagian hasil dari penjualan batik dilansir dari buddhazine.com. info/red