PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Nilai Tukar Nelayan Positif di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Probolinggo Meski Pandemi

Khofifah Ikan
Gubernur Khofifah

Surabaya,pustakalewi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses bongkar muat ikan hasil tangkap di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo salah satu UPT Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla) Pemprov Jatim, (25/5).

Gubernur Khofifah disambut Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dan Kepala PPP Mayangan Probolinggo. Selanjutnya berdialog seputar hasil tangkapan yang diperoleh sebelum dan setelah pandemi dengan para nelayan dan kuli angkut dermaga yang ada di PPP Mayangan Probolinggo.

Gubernur Khofifah mengamati bongkar muat salah satu kapal KM Mutiara Cahaya I. Mulai dari ikan hasil tangkap diturunkan dari kapal, dipilah berdasarkan jenisnya, ditimbang, hingga kemudian dimasukkan ke dalam cold storage truck.

Pada proses bongkat muat ikan hasil tangkap terdapat 3 kapal dengan jumlah kuli angkut saat sebanyak 140 orang. Yang terdiri dari KM Sapurasa 50 orang, KM Sejahtera – IV 30 orang, KM Mutiara Cahaya – I 30 orang, dan kuli dermaga 30 orang.

Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim ini berharap adanya maksimalisasi utilitas atau daya guna pada PPP Mayangan dengan bersinergi bersama Tempat Pelelangan Ikan (TPI) milik Pemkot Probolinggo. Hal ini sejalan dengan ikhtiar Pemprov Jatim melaksanakan program yang bisa mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Sektor perikanan termasuk tiga besar komoditas eksport Jatim. Saat pandemi covid tetap bertahan. Nilai tukar nelayan juga positif. Dan yang sangat penting sektor perikanan ini padat karya,” jelas Khofifah.

Ibaratnya kalau APBD digunakan untuk pembenahan disini akan memberikan percepatan break event point dan manfaat yang besar bagi masyarakat, urai orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Khofifah menambahkan, maksimalisasi utilitas PPP Mayangan penting karena di saat pandemi nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar nelayan (NTN) tumbuh positif di Jatim.

Berdasarkan data BPS Jatim, NTN Jatim bulan Januari 2021 naik 0,35 persen dari 96,26 di bulan Desember 2020 menjadi 96,60 di bulan Januari 2021.

Kenaikan disebabkan indeks harga yang diterima nelayan naik sebesar 0,58 persen, lebih besar daripada indeks harga yang dibayar nelayan naik sebesar 0,23 persen.

Beberapa langkah dalam hal maksimalisasi utilitas dapat dilakukan. Pertama maksimalisasi dengan pengerukan dilakukan hingga breakwater. Hal ini untuk mengurangi dampak pendangkalan pada PPP Mayangan.

Kedua, tambahan gedung untuk bongkar muat agar lebih representatif khususnya di saat hujan dan ketiga akses listrik yang lebih mencukupi khususnya saat bongkar muat.

“Kalau dulu kemungkinan terjadi pendangkalan 5 tahun sekali, sekarang rupanya pendangkalan 2 tahun sekali. Karenanya, maksimalisasi kemungkinan kapal bisa merapat menjadi berkurang jika tidak dilakukan pengerukan sampai breakwater,” jelasnya.

Maksimalisasi utilitas bisa dilakukan pada penyediaan akses listrik. Ketiga, maksimalisasi bridging/menjembatani dan dilakukan beberapa perbaikan di lini kapal. Sehingga ketika merapat akan lebih aman dan mudah, dan dampaknya akses lebih murah.

“Maksimalisasi utilitas ini juga dapat dilakukan dengan menyediakan tempat yang lebih memberikan kekuatan dan ketahanan jika ada angin dengan kekuatan besar ke arah sini, di Probolinggo dikenal angin gending yang memiliki kekuatan cukup besar,” terang gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

“Saat ini Pemprov Jatim harus menyisir secara terus menerus dan lebih detail sektor apa saja, melalui item apa saja yang bisa kita maksimalkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang bisa meneteskan kesejahteraan bagi seluruh elemen masyarakat Jatim,” lanjutnya.

PPP Mayangan rencananya akan diperluas sebelum breakwater. Perluasan serupa dengan Pelabuhan Paciran Lamongan. Perluasan menjadi penting termasuk di dalamnya adalah ketika air surut lalu terjadi pendangkalan.info/red