PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Jadi Elemen Penting Bagi Lulusan, LSP Narotama Tetap Sediakan Uji Kompetensi Selama Pandemi

WhatsApp Image 2021 05 25 at 12.33.47

Surabaya,pustakalewi.com – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) memiliki peran penting dalam suatu universitas. Tidak terkecuali untuk Universitas Narotama, karena Universitas Narotama mewajibkan setiap mahasiswa yang akan lulus untuk mengantongi sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijazah kelulusan.

Manajer Sertifikasi LSP Universitas Narotama, Varia Virdania Virdaus, mengatakan, dengan adanya sertifikat ini, lulusan Universitas Narotama akan memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi dalam dunia kerja. “Uji kompetensi ini sesuai dengan bidang masing-masing mahasiswa, mereka memilih berdasarkan kompetensi yang mereka miliki agar diakui ‘kompeten’ oleh dunia luar, sehingga bisa menjadi jalan mudah bagi mereka untuk menginjak dunia kerja,” tuturnya.

Saat ini LSP Narotama memiliki 25 skema sertifikasi. “Dari 25 skema sertifikasi, mahasiswa boleh memilih yang sesuai dengan bidang keahlian mereka. Skema-skema tersebut juga telah disesuaikan dengan beberapa mata kuliah pada tiap program studi, sehingga lebih memberikan kemudahan untuk mahasiswa dalam memilih,” katanya.

Dari uji sertifikasi kompetensi yang mereka, hanya mahasiswa yang dinyatakan ‘kompeten’ yang akan diberikan sertifikat berlogo garuda dari BNSP. “Untuk skema sertifikasi yang paling diminati, tidak ada yang bisa dibilang sangat menonjol. Rata-rata semua sama sesuai bidang yang mereka ambil atau yang mereka minati. Hanya saja mungkin lebih banyak peminat bidang ekonomi dan komputer karena berkaitan dengan jumlah mahasiswa 2 fakultas tersebut yang memang lebih banyak dibandingkan fakultas lain,” lanjut Varia.

WhatsApp Image 2021 05 25 at 12.33.46

Varia menambahkan, jika berbicara mengenai pandemi global saat ini, tentu banyak pertanyaan yang muncul terkait pelaksanaan uji kompetensi yang dilakukan oleh LSP Narotama. “Tentunya ada beberapa perbedaan yang signifikan. Perbedaan tersebut terletak pada pembatasan jumlah peserta yang boleh mengikuti uji kompetensi dalam satu harinya,” ujarnya.

Sebelum adanya pandemi, dalam sehari LSP Narotama bisa melakukan uji dengan jumlah peserta hingga 40-50 orang, namun sekarang dibatasi dalam sehari hanya bisa melakukan uji kompetensi untuk 20-30 orang peserta saja. “Kita berusaha mematuhi protokol kesehatan yang juga dipantau langsung oleh Satgas Covid-19 Universitas Narotama bahwa dilakukan pembatasan jumlah peserta agar tetap terjaga prosedur dalam protokol kesehatan,” ungkapnya.

Selanjutnya, LSP Narotama memiliki target untuk menambah jumlah skema sertifikasi untuk mahasiswa. “Target ke depan adalah menambah skema sertifikasi agar mahasiswa lebih memiliki banyak pilihan dan tidak dibatasi pada 25 skema itu saja,” tutupnyainfo/red