PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Gunung Nyiragongo di Kongo Meletus, 15 Orang Tewas

gunung nyiranggo
gunung nyiranggo

Surabaya, Pustakalewi.com – Sedikitnya 15 orang tewas setelah Gunung Nyiragongo di Republik Demokratik Kongo meletus pada Sabtu (22/5/2021) lalu. Warga yang sempat mengungsi kini hanya bisa melihat rumah-rumah mereka hancur. Banyak juga dari mereka yang mencari anggota keluarganya yang hilang.

Gunung Nyiragongo mengubah langit menjadi merah setelah memuntahkan sungai lahar pada hari Sabtu, dan alirannya berhenti di dekat Goma, sebuah kota berpenduduk dua juta orang di selatan gunung berapi tersebut.

Pejabat setempat menyatakan, jumlah 15 orang tewas kemungkinan bertambah. Saat ini para petugas telah mencapai daerah yang terdampak paling parah dari letusan tersebut.

Sebanyak sembilan orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat warga panik dan melarikan diri.

Empat lainnya tewas ketika mereka mencoba melarikan diri dari penjara, dan dua lainnya tewas terbakar, kata juru bicara pemerintah Patrick Muyaya pada hari Minggu (23/5/2021) waktu setempat.

Selain itu, 170 anak dikhawatirkan hilang. Kemudian sebanyak 150 anak lainnya terpisah dari keluarga mereka. Unicef menyatakan, akan membangun sejumlah tempat untuk membantu anak di bawah umur yang tanpa pendampingan.

Aliran lahar berhenti di dekat distrik Buhene, di pinggiran Goma, dan mengubur ratusan rumah dan bahkan bangunan besar. Upaya rekonstruksi kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan.

“Semua rumah di lingkungan Buhene dibakar,” kata Innocent Bahala Shamavu kepada kantor berita AP.

Di tempat lain, lahar melintasi satu jalan raya yang menghubungkan Goma ke kota Beni, memutus jalur bantuan dan pasokan utama. Namun, bandara kota tidak tersentuh lahar.

Namun getaran seismik masih dirasakan setelah erupsi, kata Muyaya. “Orang-orang disarankan untuk tetap waspada, menghindari perjalanan yang tidak penting, dan mengikuti arahan,” tulisnya di akun Twitter.

Gunung berapi, yang terletak 10 km dari Goma, terakhir kali meletus pada tahun 2002, dan menewaskan 250 orang serta menyebabkan 120.000 kehilangan tempat tinggal.

Sumber: bbc.com