PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Menlu Retno Desak PBB Lakukan 3 Langkah Konkret untuk Palestina

debat majelis umum PBB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi

Surabaya, Pustakalewi.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi hadir secara langsung di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), dalam Debat Majelis Umum PBB mengenai Palestina. Dalam pernyataannya, menlu mendesak PBB melakukan 3 langkah konkret untuk meredakan situasi di Palestina.

Pertama, Menlu Retno meminta penghentian kekerasan dan aksi militer untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa. Menlu mengatakan segala cara harus dilakukan untuk segera meredakan situasi, diikuti dukungan terhadap upaya maksimal yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal.

Pada saat yang sama, Majelis Umum PBB harus menuntut adanya gencatan senjata segera, tahan lama, dan dihormati secara penuh,” kata Menlu Retno dalam pidatonya pada Rabu pukul 11.30 pagi waktu New York atau Kamis (20/5/2021) malam pukul 22.30 WIB.

Retno mengatakan kejahatan serupa tidak boleh terulang di masa depan. Oleh karena itu, menlu juga meminta Majelis Umum PBB menyerukan kehadiran internasional (international presence) di Al-Quds (Yerusalem) untuk mengawasi dan memastikan keselamatan rakyat di wilayah pendudukan, dan melindungi status kompleks Al-Haram Al-Sharif sebagai tempat suci tiga agama.

Kedua, menlu mendesak akses kemanusiaan dan perlindungan rakyat sipil. Dia mengingatkan tanggung jawab utama saat ini adalah menyelamatkan nyawa.

“Setiap menit yang kita lewatkan disini untuk berbicara, pada saat yang sama dapat berarti hilangnya nyawa rakyat Palestina,” kata Retno.

Menlu juga menyerukan Majelis Umum PBB bersama dengan Badan PBB terkait dan pihak lain untuk meningkatkan upayanya dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang terdampak.

“Mereka harus menyerukan agar Israel membuka dan memberikan akses pengiriman bantuan kemanusiaan, termasuk ke Gaza, yang telah berada dalam pengepungan selama lebih dari 13 tahun,” kata Retno.

Ketiga, menlu mendorong negosiasi multilateral yang kredibel. Menurutnya, negosiasi kredibel sangat penting dalam memajukan perdamaian yang adil dan komprehensif berdasarkan two-state solution (solusi 2 negara) dan sejalan parameter internasional yang disetujui.

Menlu menegaskan majelis umum memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan agar negosiasi perdamaian dapat terlaksana.

“Kita harus menghentikan upaya sistematis negara penjajah yang bisa saja tidak menyisakan apapun untuk dirundingkan. Kita tidak dapat membiarkan bangsa Palestina kehilangan pilihannya dan menerima ketidakadilan sepanjang hidupnya,” tandas Retno.info/red