PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Maybank Finance Rilis Obligasi senilai Rp 500 Miliar

maybank finance
Maybank Finance

Surabaya – PT Maybank Indonesia Finance ( Maybank Finance) berencana menerbitkan surat utang lewat penawaran umum berkelanjutan (PUB) III senilai Rp 5 triliun. Dari jumlah itu, target emisi obligasi tahap I tahun 2021 sebanyak-banyaknya akan diterbitkan sebesar Rp 500 miliar.

Dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (18/5/2021) manajemen Maybank Indonesia Finance menyebutkan bahwa dana obligasi ini akan dipergunakan seluruhnya untuk modal kerja pembiayaan.

Obligasi tahap I tersebut rencananya akan dirilis pada semester I-2021 yang terbagi hanya dalam satu tenor yakni tiga tahun. Bunga obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 23 September 2021, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada 23 Juni 2024.

Lembaga pemeringkatan Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional untuk surat utang jangka panjang PT Maybank Indonesia Finance di AA+ (idn) dengan prospek stabil. Peringkat tersebut didorong oleh pandangan Fitch atas tingginya kemungkinan dukungan yang kuat dari pemegang saham utama, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (AAA (idn) stabil) dan induk perusahaan Malayan Banking Berhad (BBB+ stabil).

Sedangkan masa penawaran awal jatuh pada 17-31 Mei 2021 dan masa penawaran umum pada 16-18 Juni 2021. Lalu tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Juni 2021. PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas dan PT Maybank Kim Eng Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi obligasi. Sedangkan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.

Pada kuartal I-2021, laba sebelum pajak (PBT) Maybank Indonesia Finance tercatat turun 12,8% menjadi Rp 106 miliar, seiring penurunan pembiayaan roda empat sebesar 19,9%, dikarenakan daya beli masyarakat melemah. Sementara, kualitas aset tetap sehat, meskipun NPL meningkat tipis menjadi 0,41% (gross) dan 0,20% (net) per Maret 2021, dibandingkan dengan 0,26% (gross) dan 0,15% (net) pada periode yang sama tahun lalu.

Meskipun kinerja di kuartal I masih lemah, Maybank Finance tetap optimis pertumbuhan pembiayaan kendaraan roda empat dapat bangkit tahun ini, didorong oleh pemberian insentif PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) untuk penjualan kendaraan roda empat yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintah. Insentif yang sudah berlaku sejak 1 Maret 2021 ini, diperkirakan berdampak positif pada penjualan mobil di Indonesia.info/red