PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kempupera Siapkan Anggaran Rp 16,78 Miliar Bangun Rusun Seminari di Mataloko, NTT

Seminari NTT
Rencana Pembangunan Seminari di NTT

Surabaya – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) kembali melaksanakan pembangunan rumah susun (rusun) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini sekolah seminari tertua kedua di Indonesia yakni Sekolah Seminari Menengah Berchmans Todabelu, Mataloko, Kabupaten, Ngada, NTT akan mendapatkan bantuan satu tower rusun yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung senilai Rp 16, 78 miliar.

“Kami berupaya memberikan bantuan hunian layak untuk meningkatkan pendidikan di NTT. Salah satunya dengan pembangunan Rusun untuk seminari,” ujar Direktur Jenderal Perumahan, Kempupera, Ahmad Khalawi, dalam siaran persnya, Sabtu (15/5/2021).

Menurutnya, pembangunan rusun akan dilaksanakan secara merata dan harus dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak. Hal tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II, Yublina D Bunga menyatakan, pembangunan rusun Sekolah Seminari ini akan dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II dan ditandai dengan pelaksanaan ground breaking di Desa Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT, beberapa hari lalu.

Kegiatan ground breaking ini ditandai dengan peletakan batu pertama di empat sudut lokasi yang akan dilakukan pembangunan dan bagian tengah.

Peletakan batu ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Provinsi NTT, Josef Nai Soi, Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena, Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu dan Romo Gabriel Idrus di keempat sudut lalu diikuti oleh Kepala BP2P Nusa Tenggara II Yublina D Bunga, Perwakilan dari Kontraktor Penyedia Jasa dari PT Pubagot Jaya Abadi dan Ketua Panitia acara 100 tahun Seminari Berchmans Todabelu di bagian tengah lokasi. Batu-batu yang digunakan pada acara seremonial ini sebelumnya telah dilakukan ritus adat dan doa pemberkatan terlebih dulu.

Balai P2P Nusa Tenggara II juga telah melakukan penandatanganan kontrak pada tanggal 15 Maret 2021 dengan PT Pubgot Jaya Abadi sebagai kontraktor pelaksana pembangunan rusun senilai Rp 14,7 miliar dan PT Buana Rekayasa Adhigana sebagai manajemen konstruksi senilai Rp 898 juta. Selain itu juga dilakukan penandatanganan kontrak meubelair dengan CV Tiga Dua Satu pada 21 April 2021 lalu senilai Rp 1,1 miliar.

Berdasarkan data yang ada, rusun Sekolah Berchmans Todabelu ini akan dibangun secara Single Years Contract (SYC) Tahun 2021 yakni satu tower setinggi tiga lantai. Jumlah hunian terdiri dari 43 unit tipe 24 pendek.

Balai P2P Nusa Tenggara II juga akan melengkapi setiap unit hunian dengan meubeler seperti tempat tidur, lemari, meja belajar dan kursi, juga kasur termasuk prasarana, sarana dan utilitas (PSU).

“Total anggaran pembangunan rusun ini senilai Rp 16,78 miliar. Fasilitasnya sudah lengkap sehingga adik-adik yang akan bersekolah disini tinggal masuk dan belajar dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Romo Idrus menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Kempupera, Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Ngada yang telah turut andil dalam upaya permohonan dan pengusulan sehingga sekolah ini bisa mendapatkan bantuan rusun.

Dirinya menyampaikan bahwa sekolah ini adalah sekolah yang sangat tua dan saat ini sudah berusia sekitar 92 tahun serta merupakan sekolah seminari tertua kedua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1912.

“Sekolah ini memang sudah sangat tua dan banyak bangunan yang perlu perbaikan karena tidak layak huni lagi. Terimakasih atas bantuan rusun ini,” terangnya.

Wakil Gubernur, Josef Nai Soi juga menyatakan pentingnya pembangunan Rusun bagi sekolah – sekolah di NTT. Hal itu diperlukan agar anak-anak didik bisa tinggal dengan baik dan memiliki pengetahuan, kemampuan dan juga sikap yang baik.

“Kita tahu sekarang masalah budi pekerti dan ideologi perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Anak-anak yang bersekolah di madrasah, seminari, sekolah teologi atau sekolah-sekolah berasrama lainnya rata-rata mereka punya sikap yang baik karena di asrama mereka mendapatkan pendidikan budi pekerti. Anak-anak itu punya pengalaman bersosialisasi, bertukar pikiran dan waktu belajar yang lebih banyak dibanding murid sekolah biasa pada umumnya. untuk itu pemerintah sangat mendukung sekolah – sekolah berasrama agar dapat mendidik dan membina murid-murid demi menciptakan sumber daya mnusia yang unggul,” harapnya.info/red