PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Menteri Agama Gelar Halal Bihalal Virtual Bersama Jajaran

menag halbil virtual
Halalbihalal Menag dan jajaran

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menggelar halal bihalal virtual bertajuk IDzoom Fitri dengan jajaranya, pusat dan daerah. Menag lantas mengingatkan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelayanan, (14/5).

Menag meminta jajaran untuk mencintai tugas layanannya. Jika para pimpinan mencintai tugas yang diemban, maka dirinya akan juga mencintai mereka.

“Jika Bapak Ibu berhenti mencintai tugas pelayanan yang selama ini dilakukan, maka saya juga demikian,” kata Menag.

“Kita bisa saling mencintai selain karena Allah, tetapi juga kita bisa sama-sama mencintai tugas pelayanan ini; mencintai tanggung jawab kita,” sambungnya.

Menurut Gusmen, sapaan karib Menag Yaqut, tolok ukur kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) Kemenag adalah kepuasan publik. Untuk itu, orientasi kinerja ke depan adalah pada hasil kerja dan kepuasan masyarakat. “Kita ini semuanya pelayan publik,” tegas Gusmen.

Dengan target kinerja yang jelas, maka hubungan kerja antara atasan dan bawahan tidak menjadi norma yang memisahkan, tapi sebatas norma dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.

“Kami sebagai pimpinan di Kemenag tidak ingin dihormati berlebihan. Kami, tidak ingin ketika kita datang ke daerah disambut berlebihan. Saya tidak mau. Yang saya inginkan adalah apa yang menjadi tanggung jawab kita, kita selesaikan dengan tuntas dan baik,” jelas Menag menegaskan orientasikan kerja pada hasil yang maksimal dan indikasi dari itu semua adalah kepuasan publik.

Silaturahmi Virtual Tak Mengurangi Makna

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan meskipun bertemu keluarga atau kerabat dilaksanakan secara virtual, tidak akan mengurangi makna silaturahmi saat lebaran. Hal ini disampaikan Menag Yaqut dalam acara Live Prime Talk Metro TV, di Jakarta.

“Silaturahmi dapat bermakna ketersambungan hubungan, relasi dan komunikasi. ini tentu tidak semata bermakna fisik. Sehingga mestinya tidak ada makna yang hilang dari silaturahmi virtual,” tutur Menag Yaqut, (13/5).

Dalam acara bertajuk “Makna Hari Kemenangan di Tengah Cobaan” ini, Menag mengatakan mengatakan spirit dari silaturahmi secara fisik dan virtual adalah sama. Yakni, saling membuka diri meminta dan memberi maaf, dan mempererat hubungan persudaraan.

“Mungkin ada suasana kehangatan yang berkurang, misalnya kalau bertemu fisik bisa sambil guyon ditemani kopi dan teh sementara ini masih berjauhan karena virtual,” sambungnya.

Dari kondisi Pandemi Covid 19 semua umat diingatkan dengan ajaran agama bahwa menyelamatkan nyawa sesama adalah prioritas utama, bahkan saat pandemi, ibadah secara berjamaah pundisesuaikan agar upaya penyelamatan nyawa dapat terlaksana.

“Pandemi Covid 19 telah mempertajam pemahaman kita bahwa salah satu inti ajaran agama adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan,” jelas Yaqut

Umat Islam di Indonesia pada hari ini, merayakan Idulfitri setelah sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1442 H pada hari Kamis, 13 Mei 2021 dalam sidang isbat yang di gelar di Kantor Kementerian Agama Jl, MH Thamrin Jakarta.

Selain itu, dalam menyambut perayaan hari besar umat Islam ini, Kementerian Agama telah menerbitkan aturan terkait takbir keliling hingga panduan sholat Idulfitri yang tertuang dalam Surat Edaran No. SE 07 Tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan salat Idulfitri Tahun 1442 H/2021 M di saat pandemi Covid.info/red