PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kempupera Mulai Bangun Rusun Keuskupan Larantuka

PEMBANGUNAN RUSUN
Pembangunan groundbreaking rumah susun

Surabaya,– Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) memulai melakukan pembangunan (groundbreaking) rumah susun (rusun) Keuskupan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rusun Keuskupan Larantuka ini dibangun secara single year contract (SYC) tahun 2021 dengan nilai Rp 20,72 miliar.

“Pembangunan Rusun yang dilaksanakan pemerintah secara merata untuk semua kalangan. Tak hanya untuk para santri di pondok pesantren tapi juga untuk keuskupan sehingga hasil pembangunan pemerintah bisa dirasakan oleh semua pihak,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers, Selasa (4/5/2021).

Menurut Khalawi, pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka ini merupakan salah satu wujud dukungan Kempupera untuk para Romo dalam perannya membentuk generasi baru bangsa. Adapun penerima manfaat yakni para Imam Projo yang berkarya di Keuskupan Larantuka.

“Kita semua berupaya agar generasi muda Indonesia di masa depan bisa memahami akan arti penting tempat tinggal yang layak huni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Perumahan Kempupera, Yublina Dila Bunga menjelaskan, dimulainya pelaksanaan pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka ditandai dengan groundbreaking oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara II bersama Pemerintah daerah Flores Timur.

“Rusun Keuskupan Larantuka ini nantinya akan dibangun secara SYC tahun 2021 yakni satu tower setinggi tiga lantai terdiri dari 44 unit hunian tipe 36 lengkap dengan mebel, termasuk Prasarana, Sarana, dan Utilitasnya (PSU). Total anggaran pembangunan senilai Rp 20,72 miliar,” kata Yublina.

Sebagai informasi, Balai P2P NT II pada tanggal 15 Maret 2021 telah menandatangani kontrak dengan PT Bumi Permata Kendari sebagai Kontraktor Pelaksana pembangunan Rusun senilai Rp 18,5 miliar dan PT Buana Rekayasa Adhigana sebagai Management Konstruksi senilai Rp 1,052 miliar. Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan kontrak mebel Rusun UNIO atau Paguyuban Para Romo Projo bersama CV. Melati pada 21 April 2021 senilai Rp 1.179 miliar.

UNIO adalah paguyuban untuk para Imam Projo yang berkarya di Keuskupan Larantuka. Paguyuban itu dimaksudkan untuk menjalin persaudaraan dan bertumbuh-kembang bersama melalui aneka program penguatan kapasitas untuk mencapai “kematangan” dalam tujuh aspek yakni insani/kepribadian, rohani/spiritual, moral, intelektual, pastoral, kepemimpinan dan administrasi.

Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gede Hadjon pada kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasih kepada Kempupera, Balai P2P NT II, dan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi NTT yang telah memfasilitasi pembangunan rumah susun keuskupan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan rusun ini dan diharapkan generasi muda di Kabupaten Flores Timur bisa lebih bersemangat dalam meningkatkan kualitas pendidikannya,” harapnya.

Sumber: BeritaSatu.com