PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Masjid Nyak Sandang Wujud dari Pertemuan dengan Jokowi

nyak sandang
Nyak Sandang

Surabaya – Tahun 2018, Presiden Joko Widodo bertemu dengan Nyak Sandang, di Istana Merdeka, Jakarta. Nyak Sandang yang kini berusia 94 adalah penyumbang 100 Rupiah untuk pembelian pesawat yang menjadi cikal bakal maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Bermula pada 16 Juni 1948 di Hotel Kutaraja, Banda Aceh, Presiden Soekarno menyampaikan niat membeli pesawat terbang untuk menyatukan negeri.

Gayung bersambut, rakyat Aceh bahu membahu mengumpulkan uang untuk membeli 2 pesawat Dakota. Nyak Sandang kala itu berusia 23 tahun bersama orangtuanya menyerahkan 100 Rupiah pada negara hasil dari menjual tanah dan 10 gram emas. Dua tahun kemudian mereka membeli obligasi pemerintah. Semua bukti diperlihatkan kepada Presiden Jokowi.

Dari rakyat Aceh akhirnya Indonesia memiliki pesawat RI-001 dan RI-002 Seulawah. TNI Angkatan Udara lantas memprakarsai berdirinya monumen pesawat tersebut di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh dan pesawat Dakota yang asli ada di Taman Mini Indonesia Indah.

Kembali pada pertemuan Presiden Jokowi dan Nyak Sandang yang menyampaikan 3 permintaan yakni operasi katarak, naik haji dan membangun masjid di kampungnya. Presiden menyanggupi permintaan Nyak Sandang tersebut.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan pembangunan Masjid Nyak Sandang di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Pembangunan masjid sebagai bentuk penghargaan Negara kepada Nyak Sandang.

“Pembangunan dilakukan untuk memberikan penghargaan kepada Nyak Sandang dengan memberikan fasilitas Ibadah yang lebih berkualitas,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pembangunan Masjid Nyak Sandang dimulai pada Oktober 2020 dan ditargetkan rampung pada Oktober 2021. Pelaksanaan pembangunan dikerjakan oleh kontraktor PT. Putra Nanggroe Aceh serta Konsultan Perencana oleh CV Target Consultant dengan biaya APBN sebesar Rp 34 miliar.

Pembangunan Masjid Nyak Sandang dibangun di atas lahan seluas 4.940 m2 terdiri dari bangunan utama, balai pengajian, perpustakaan, kantor pengurus, kios sovenir, menara, dan fasilitas pendukung lainnya dengan luas area bangunan masjid 2.518 m2. Saat ini progres pekerjaan fisik telah mencapai 42,18 %.

Desain masjid berkonsep Islam, Iman, dan Ihsan menampung sekitar 940 orang. Diharapkan dengan dibangunnya Mesjid Nyak Sandang selain sebagai tempat ibadah, juga menjadi tujuan wisata religi di Aceh.info/red