PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Dipermalukan AC Milan, Juventus Terlempar dari Empat Besar

juvemilan
Pemain AC Milan Merayakan Gol Tomori

Turin – Tuan rumah Juventus mengalami episode memalukan tatkala ditekuk tim dari kota mode, AC Milan, tiga gol tanpa balas di Allianz Stadium pada Minggu malam (09/05) waktu setempat. Kekalahan ini membuat juara bertahan yang telah kehilangan gelarnya ini terlempar dari empat besar klasemen sementara.

Pertandingan dimulai dengan tensi tinggi mengingat kedua tim memerlukan poin penuh untuk bersaing bertahan di empat besar atau zona Liga Champions Eropa. Sebelum pertandingan AC Milan dan Juventus sama-sama mengkoleksi 69 poin.

Di penghujung babak pertama, gol yang dinantika datang ketika sapuan penjaga gawang Juventus, Wojciech Szczesny, justru jatuh ke Brahim Diaz. Dengan tendangan yang akurat ke pojok atas gawang Juventus, ketika Szczesny masih di luar posisi ideal, pemain Spanyol ini membuka gol kemenangan AC Milan.

Kemenangan bagi tim tamu tampaknya akan datang lebih cepat tatkala mereka diberi penalti karena handball pemain Juventus. Namun algojo andalan AC Milan, Franck Kessie, gagal menyarangkan bola karena Szczesny mampu menebak dengan jitu arah tendangannya.

Gol kedua pada menit ke-78 cukup spektakuler ketika pemain asal Kroasia, Ante Rebic, yang masuk menggantikan Zlatan Ibrahimovic, mengagetkan lini pertahanan Juventus dengan tendangan keras dari luar kota penalti. Szczesny bahkan terlihat tidak bereaksi sedikitpun dan hanya melihat dengan pasrah gawangnya kebobolan kedua kalinya.

Gol pamungkas disumbangkan pemain asal Inggris, Fikayo Tomori, pada menit ke-82 memanfaatkan umpan Hakan Calhanoglu. Tomori yang datang dengan status pinjaman dari Chelsea, mampu melompat lebih tinggi dari pemain Juventus dan menyundul dengan keras ke gawang Juventus.

Dengan kekalahan ini Juventus terlempar ke posisi lima klasemen Serie A sampai pekan ke-35. Tim asuhan Andrea Pirlo ini terpaut satu poin dari tim peringkat empat Napoli. Khusus bagi Pirlo, tekanan semakin keras, namun dia tetap bersikeras tidak akan mundur menangani tim dari Turin ini.

(Santo)