PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

ITTelkom Berikan Mesin Pencetak Huruf Braille Berfitur Suara ke Kemensos

itt telkom
Mensos Terima Mesin Braile dari IT Telkom

Surabaya – Mensos Risma menerima Mesin Braille Embosser (Mesin Pencetak Huruf Braille) dengan fitur suara dari Rektor IT Telkom Surabaya di kantor Kemensos RI, Jakarta, Jumat (07/05).

Mensos mengucapkan terima kasih kepada ITTelkom Surabaya yang telah memberikan bantuan alat pencetak huruf braille.

“Ini buat teman-teman kita penyandang disabilitas netra. Dengan alat ini mereka (penyandang disabilitas netra) bisa belajar dengan hasil mesin cetakan huruf braille ini,” ucap Mensos.

Dikutip dari laman @ittelkom-sby.ac.id, ITTelkom Surabaya bersama ITS membuat mesin cetak Braille yang dilaunching pada Rabu 28 April 2021 di kampus ITTelkom Surabaya. Inovasi tersebut mendapatkan dana CSR dari PT Telkom Indonesia.

Mesin cetak braille ini sangat penting untuk tuna netra dimana saat ini kondisi mesin cetak braille yang ada di seluruh Indonesia sudah using bahkan hampir 90 persennya mengalami kerusakan. Inilah yang melatar belakangi penciptaan mesin cetak braille ala anak bangsa.

Mesin cetak braille yang selama ini digunakan oleh banyak SLB di seluruh Indonesia merupakan mesin besutan Swedia yang digunakan untuk mencetak tulisan-tulisan braille.

Harganya sangat mahal dan suku cadangnya ada di luar negeri, memaksa civitas akademika ITTelkom Surabaya dan ITS membantu mencarikan solusi dengan terbentuklah ide untuk membuat prototipe mesin braille.

“Penyerahan ini merupakan inovasi yang sangat bermanfaat untuk membantu anak-anak SLB tunanetra di pelosok Indonesia untuk terus belajar demi masa depan generasi.” ujar Tri Arief Sardjono, rektor ITTelkom Surabaya sekaligus salah satu tim pembuatan mesin cetak braille.

Sebelumnya mesin cetak braille telah dikeluarkan ITS sekitar tahun 2017 dan mempunyai kemampuan mencetak 400 karakter per detik atau 1200 halaman per jam pada dua sisi kertas (double-sided).

Mesin cetak generasi berikutnya di bawah ITTelkom Surabaya dikembangkan dengan menambahkan piranti suara (mesin cetak bicara) untuk memudahkan adik-adik tuna netra dalam mengenali tombol pada mesin.

“Kami berharap ini dapat menjadi solusi untuk pergantian mesin braille yang telah rusak tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal sehingga siswa-siswa berkebutuhan khusus khususnya tunanetra dapat terus belajar,” ujar Tri Arief.

Mesin cetak braille ini diberikan ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Tuna Ntera Tan Miyat yang berada di bawah naungan Kemensos.info/red