PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Resmikan Pengolahan Sampah Energi Listrik Pertama di Indonesia, Jokowi Ajak Daerah Lain Tiru Surabaya

tpa benowo
Pengolahan Sampah Energi Listrik

Surabaya,pustakalewi.com – Presiden RI Joko Widodo meresmikan langsung Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo. Instalasi PSEL ini merupakan yang pertama di Indonesia, Kamis (6/5).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan Peraturan Pemerintah (PP) terkait pembangunan PSEL ini telah disiapkannya sejak tahun 2018, sebagai landasan hukum bagi pemerintah daerah yang ditunjuk agar mempercepat realisasi pembangunan PSEL.

Presiden Jokowi menyatakan dari tujuh kota/kabupaten yang ditunjuk dalam PP No. 35 tahun 2018 ini, hanya Pemkot Surabaya yang mampu menyelesaikan. Sementara yang lainnya masih maju mundur terkendala di beberapa hal.

Presiden menegaskan urusan sampah bukan hanya sekedar mengolah sampah menjadi sumber energi listrik, tapi juga berkaitan dgn urusan kebersihan kota. Presiden Jokowi akan memerintahkan kota-koya lain melihat dan meniru yang sudah ada di Surabaya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa TPA Benowo yang memiliki luas 37,4 hektar ini sudah beroperasi sejak tahun 2001 dan volume sampah yang masuk dan bisa diolah di TPA mencapai sekitar 1,600 ton per hari.

Pemkot Surabaya bekerjasama dengan PT Sumber Organik untuk meningkatkan efektivitas pengolahan sampah. Dan hasilnya bisa menghasilkan energi listrik sebesar 11 megawatt.

“Dengan beroperasi PSEL ini, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Tri Rismaharini, karena beliau yang membimbing dan terus berjuang tanpa mengenal lelah sehingga ini bisa berdiri dan bisa beroperasi hari ini”, kata Cak Eri.

Turut mendampingi Presiden RI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Mensos Risma, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Fakta Menarik Seputar PSEL Benowo

Pada awalnya Surabaya memiliki 2 tempat pemrosesan akhir (TPA), yaitu TPA Keputih di Surabaya Timur seluas 40 hektare dan TPA Lakarsantri di Surabaya Barat seluas 8,5 hektare.

Pada 2001, TPA Keputih dan TPA Lakarsantri resmi ditutup. Sejak saat itu, TPA di Surabaya dipusatkan di Benowo. Pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan wujud konsep smart city yang diterapkan oleh Pemkot Surabaya.

Terdapat 2 tahap pembangunan waste to energy di TPA Benowo. Tahap pertama adalah Landfill Power Plant dengan kapasitas 2 megawatt yang telah selesai dan beroperasi mulai 30 Oktober 2015 sampai dengan saat ini.

Tahap kedua adalah Gasifikasi Power Plant dengan kapasitas 9 megawatt yang diresmikan Presiden Jokowi pada 6 Mei 2021.

Sejak 8 Agustus 2012, Pemkot Surabaya bekerjasama dengan PT Sumber Organik (SO) melalui mekanisme Built Operate Transfer (BOT). Lingkup kerjasama meliputi pengembangan, pengelolaan, pengoperasian, dan pemeliharaan aset yang ada, serta pembuatan aset baru sebagai sistem tempat pemrosesan akhir sampah.

Wali Kota Surabaya saat ini, Eri Cahyadi, menjadi bagian dari proses besar pengembangan TPA Benowo. Saat itu, Cak Eri menjadi panitia lelang bagi perusahaan calon pengelola TPA Benowo.

Pemkot Surabaya mengajukan dua syarat untuk perusahaan yang mengikuti lelang, yakni tentang kemampuan perusahaan memanfaatkan sampah menjadi energi terbarukan, dan terkait syarat sanitasi.pr/red