PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Berganti Logo, PT First State Futures Optimis Tngkatkan Kinerjanya

IMG 20210506 WA0008
Direktur Utama PT First State Futures Frans Oentoro (Jas Hitam)

Surabaya,pustakalewi.com – PT. FIRST STATE FUTURES hari ini meresmikan logo barunya. Logo baru yang dapat membawa perubahan untuk meningkatkan kinerja sebagai perusahaan pialang berjangka nomor satu di Indonesia.

Acara ini juga hadiri seluruh karyawan dan staff dari seluruh cabang PT First State Futures yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia secara virtual dengan antusias yang luar biasa.

Bentuk dinamis dari logo First State Futures dengan garis lengkung menandakan fleksibilitas serta ketangguhan yang sesuai dengan VISI dan MISI untuk memberikan edukasi serta pelayanan terbaik sehingga PT. FIRST STATE FUTURES menjadi pilihan nomor satu sebagai perencanaan keuangan dan perdagangan berjangka derivatif sebagai alternatif investasi terbaik bagi masyarakat.

IMG 20210506 WA0007
Logo baru First State Future

Dalam kesempatan ini Direktur utama PT. FIRST STATE FUTURES Frans Oentoro menyampaikan bahwa, di masa pandemi covid 19 seperti sekarang pertumbuhan bisnis investasi perdagangan berjangka dan derivatif menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat, terlihat dari minat masyarakat dan kenaikan volume transaksi dari investasi ini.

Tidak hanya di PT. FIRST STATE FUTURES namun juga berdasarkan laporan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) volume transaksi perdagangan berjangka komoditi dari Januari – November 2020 meningkat lebih dari 21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu volume transaksi multilateral pun tumbuh sebanyak 481.000 lot. Dan transaksi kontrak mikro yang juga dimiliki PT. FIRST STATE FUTURES menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhannya ini.

Harapannya dengan diresmikannya logo baru yang bertepatan di bulan Ramadhan tahun ini menjadi momentum bagi perusahaan untuk dapat memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh nasabah, karyawan, stake holder dan masyarakat pada umumnya.pr/red