PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Tari Sufi Tidak Hanya Sekedar Berputar Tapi Bernilai Religi

tari sufi
Tari Sufi

Surabaya,pustakalewi.com – Kedai ElRumi salah satu grup Tari Sufi asal Jawa Timur yang sering tampil di berbagai acara. Kedal ElRumi yang dimotori Fajar Risky asal Gresik menceritakan bagaimana rasa tertariknya belajar tarian asal Turki dengan pakaian khas.

Tari Sufi merupakan inspirasi dari Maulana Jalaluddin Rumi yang menarikannya selama 3 hari 3 malam di Turki, sebagai bentuk kesedihan saat ditinggal meninggal dunia guru rohaninya, Syamsuddin Tabriz, pada abad 13. Maulana Jalaluddin Rumi adalah seorang penyair asal Persia.

Tari Sufi dilakukan secara berputar tanpa henti namun pelan dengan pakaian khas putih, lebih dikenal sebagai whirling dervishes menjadi bagian dari meditasi diri. Meditasi melalui tarian Sufi dengan Tasawuf. Para penari merasakan melebur bersama sang Illahi.

Tari Sufi pun dipelajari di tanah air, salah satunya Fajar Risky asal Gresik. Fajar menekuni tari sufi sejak 7 tahun lalu dengan belajar pada seorang guru. Fajar bahkan telah menularkan kemampuannya kepada anak didiknya

“Saya belajar yang tarian original dari Turki. Dua kali pertemuan dengan guru saya sudah langsung bisa,” tutur lelaki yang kini berusia 32 tahun.

Saat ditanya apakah awal kali terasa pusing, Fajar mengiyakan, selanjutnya biasa saja dan terasa istimewa dengan konsentrasi berdizikir. Ia pun mampu menarikan secara berputar selama 45 menit tanpa henti.

“Tari Sufi ini mengingatkan akan kematian. Baju putih disebut Tennur melambangkan kain kafan dan kopyahnya disebut Sikke melambangkan batu nisan,” terang ayah satu putra.

Fajar mengatakan tidak sulit menarikan tarian tersebut syaratnya harus dengan niat kemudian menjaga wudhlu, berdoa dan tawasul. Ketika memutar membaca sholawat.

“Arah putaran harus dari kiri. Ibaratnya tangan kita yang dimasukkan ke air kemudian memutar ke kiri akan membuat arus menghasilkan energi sepertu halnya tawaf. Tapi kalau ke kanan, air akan muncrat. Seperti itu,” terang Fajar yang pernah mengisi video klip milik Opic.

Tari sufi banyak diminati masyarakat, tak mengherankan bila Fajar banyak diundang tampil. “Kebanyakan undangan tampil di Jakarta,” terangnya dan ia tidak melakukan persiapan apa apa. Bahkan latihan setiap hari pun, Fajar mengaku tidak dilakukannya.

Namun menari sufi, bagi Fajar membuat pikiran jauh lebih fresh, karena banyak memikirkan kebesaran Tuhan dengan alam semesta.

“Semoga dengan tarian ini bisa menyebarkan dakwah seni sufi dan mendapatkan hidayah seluruh alam semesta,” harap Fajar selesai tampil di Hotel Royal Singosari Cendana Surabaya dalam acara Buka Puasa Bersama Anak Yatim, 3 Mei 2021. (Aira)