PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

PSI Kecam Munculnya Mafia Kesehatan yang Loloskan Wajib Karantina

Isyana 11
Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka

Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam munculnya mafia kesehatan yang mengatur kedatangan orang ke Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka masuk tanpa harus menjalani wajib karantina yang selama ini menjadi prosedur kesehatan mutlak.

“Kami sangat menyayangkan Ditjen Imigrasi yang kecolongan dalam soal ini. Ini tergolong kejahatan luar biasa. Di masa pandemi, membiarkan orang asing masuk tanpa menjalani karantina sangat membahayakan keselamatan rakyat,“ kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/04).

Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD diduga menyerahkan uang ke oknum yang mengaku petugas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, supaya lolos dari aturan karantina Covid-19. Padahal, JD baru tiba di Indonesia setelah kembali dari India.

Pihak kepolisian telah menangkap dua petugas Bandara InternasionalSoekarno-Hatta yang meloloskan JD. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes. Pol. Adi Ferdian Saputra menyebut kedua pelaku menggunakan kartu pas Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta saat meloloskan JD.

Terkait hal ini, PSI meminta pihak kepolisian mengusut kejadian ini sampai tuntas dan membawanya ke pengadilan, termasuk indikasi penggunaan Kartu Dinas Disparekraf DKI Jakarta.

“Para pelakunya harus dihukum seberat-seberatnya. Dampak buruk tindakan mereka tidak main-main, nyaris setara dengan aksis terorisme. Usut tuntas termasuk indikasi penggunaan Kartu Disparekraf DKI Jakarta,” ujar Isyana.

PSI juga meminta Ditjen Imigrasi meningkatkan kewaspadaan agar kejadian semacam ini tidak terulang, di seluruh akses masuk ke Indonesia.

“Ini situasi luar biasa. Pihak Imigrasi juga harus berupaya ekstra keras untuk mencegah kedatangan orang-orang yang membawa virus Corona ke Indonesia. Jangan sampai kecolongan lagi. Upaya menghadang laju penularan Covid-19 bisa terganggu,” pungkas Isyana.

Sumber: Siaran Pers PSI tanggal 28 April 2021