PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ketua DPD RI Dorong Pengembangan Teknologi Kemaritiman dan Pertanian

lanyalla dies natalis
LaNyalla Menyampaikan Sambutan Saat Dies Natalis Itera

Jakarta, Pustakalewi.com – Pengembangan ilmu pengetahuan (iptek) dan teknologi menjadi kata kunci dalam mendorong perkembangan perekonomian bangsa. Hal inilah yang menjadi pesan inti dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA LaNyalla Mahmud Matalitti ketika menyampaikan sambutan secara virtual acara Dies Natalis Institut Teknologi Sumatera pada Selasa (06/10).

Institut Teknologi Sumatera (Itera) merupakan satu dari empat institut teknologi di Indonesia selain Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Surabaya, dan Institut Teknologi Kalimantan. Itera berdiri di Provinsi Lampung ini didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 124 Tahun 2014 tentang Pendirian Institut Teknologi Sumatra (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 253) yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 6 Oktober 2014 dan diundangkan tanggal 9 Oktober 2014.

Peringatan Dies Natalis ke-6 pada Selasa pagi mengambil tema “Itera Berkiprah” dan karena masih dalam situasi pandemik, sambutan dan orasi dari Ketua DPD RI disampaikan secara virtual dan juga bisa disimak melalui platform Zoom dan Youtube.

LaNyalla sebagai ketua DPD RI menyebutkan dua bidang yang memerlukan pengembangan teknologi, yaitu kemaritiman dan pertanian atau pangan. Dua bidang ini dinilai mampu mendorong perekonomian bangsa dan menciptakan keunggulan kompetitif bangsa ketika bersaing dengan bangsa lain.

Apalagi menurutnya, Institut Teknologi Sumatera juga sudah mempunyai Program Studi Teknologi Pertanian dan Pangan, Maritim dan Rekayasa Kehutanan, dan Biosistem sehingga pihak kampus harus bersinergi dengan pemerintah yang juga mendorong pengembangan iptek dan inovasi berbasis riste nasional. Salah satu upaya pemerintah adalah pemberian insentif melalui pemotongan pajak.

LaNyalla juga mengingatkan, “Bukan kita sibuk membangun teknologi, tetapi lupa tujuan kehadiran teknologi itu di tengah bangsa ini. Jadi IPTEK dan inovasi-nya, harus mengambil peran sebagai sarana, sekaligus medium untuk menggerakan efektifitas perekonomian di Indonesia.”