PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Taiwan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Sao Tome dan Principe

taiwan

Surabaya, Pustakalewi.net – Negara Taiwan secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Sao Tome dan Principe, sebuah negara pula di teluk Guinea, Afrika. Isu utama yang tak lain dan tak bukan adalah kebijakan pengakuan satu negara Cina (One China Policy).

Dalam rilis media yang diterima redaksi Pustakalewi.Net, dan juga rilis resmi di lama Kementerian Luar Negeri Taiwan tertanggal 21 Desember 2016, disebutkan bahwa Taiwan segera mengambil tindakan ini demi apa yang disebutnya sebagai “mempertahankan harga diri bangsa”.

Taiwan yang punya nama internasional Republic of China ini menuding bahwa pemerintahan Sao Tome dan Principe telah mencederai hubungan yang telah terjalin sejak tahun 1997 antara kedua negara. 

Negara yang mendeklarasikan kemerdekaannya dari Portugal pada 1975 ini dianggap pemerintah Taiwan telah bermain dua kaki dengan mulai membuka hubungan dengan Tiongkok dan menerima berbagai asistensi terutama di tengah kemelut ekonomi yang melanda negara berpenduduk 192 ribu jiwa ini.

Tiongkok sendiri telah lebih dahulu menjalin hubungan dengan Sao Tome dan Principe terutama menjelang kemerdekaan mereka. Namun pada 1997, mereka mengalihkan dukungan dengan menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Kerjasama Taiwan dengan Sao Tome dan Principe sejak 1997 cukup intensif, terutama dalam pemberian bantuan di bidang kesehatan dan pembangunan infrastruktur. 

Menurut kantor berita Reuters, dengan putusnya hubungan Taiwan dengan Sao Tome dan Principe ini, maka di Afrika hanya tinggal Burkina Faso dan Swaziland yang punya hubungan resmi dengan Taiwan. 

Ekspansi besar-besaran Tiongkok dalam menggaet dukungan negara-negara Afrika dalam masalah kebijakan satu Cina juga sangat masih dalam satu dekade terakhir ini. Tiongkok tidak enggan dalam menggelontorkan dana terutama bagi bantuan dan pinjaman pembangunan infrastruktur negara-negara Afrika.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-Wen sendiri direncanakan akan berkunjung ke beberapa negara Amerika Tengah dalam memperkuat konsolidasi dukungan kepada mereka. Honduras, Nikaragua, Guatemala, dan El Salvador merupakan empat negara dari 21 negara yang sampai saat ini menyampaikan dukungan bagi Taiwan.

Reporter: Santo & Marvin