PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Petisi di Prancis Menolak Dirubahnya Gereja Menjadi Masjid

No Image

Paris – Sebuah petisi bertajuk “Jangan sentuh Gereja saya” muncul di Prancis yang isinya menolak dirubahnya gereja-gereja, yang sebagian besar sudah kosong, menjadi tempat ibadah umat Muslim.

Petisi ini diinisiasi oleh para tokoh poitik dan intelektual yang sebagian besar termasuk kelompok konservatif. Nicolas Sarkozy, mantan presiden Prancis, adalah salah satu pendukung petisi yang menurut pemberitaan Religion News Service sampai bulan kemarin sudah ditandatangani oleh lebih dari 40.000 rakyat Prancis.

Kemunculan petisi ini secara umum bisa dilihat sebagai reaksi dari kelompok konservatif Eropa terhadap isu-isu yang berkaitan dengan perkembangan agama Islam di Eropa. Di satu sisi dua tren yang berlawanan, gereja yang semakin kosong jemaatnya dan pertumbuhan secara kuantitas Muslim di Eropa karena berbagai faktor, menimbulkan salah satu implikasi menarik dimana gereja dialihfungsikan menjadi tempat ibadah umat Muslim.

Dari perwakilan umat Muslim Prancis, Dalil Boubaker, salah satu pimpinan Masjid Raya Paris mengatakan dalam sebuah wawancara radio lokal bahwa umat Muslim Prancis ingin melipatgandakan jumlah tempat ibadah mereka menjadi 4.000 tempat di seluruh Prancis mengingat kebutuhan umat yang terus bertambah. Salah satu caranya menurutnya adalah dengan mengalihfungsikan gereja-gereja yang kosong.

“Mengapa tidak? Kita punya Tuhan yang sama, ritual keagamaan seperti sesama atau saudara. Saya pikir bahwa umat Muslim dan Kristen bisa hidup berdampingan,” ujar Dalil Boubakeur yang dikutip oleh RNS.

Dalam beberapa tahun terakhir, terutama pasca peristiwa Charlie Hebdo, isu-isu keagamaan semakin memanas di Prancis. Terakhir yang mengemuka menjadi isu nasional adalah diserangnya seorang warga Prancis yang memakai bikini oleh sekelompok orang yang diduga sebagai umat Islam garis keras sehingga memunculkan kampanye memakai bikini di tempat-tempat publik.

Memanasnya isu yang berkaitan dengan agama ini dinilai oleh berbagai pengamat politik domestik Prancis akan terus berlanjut dan bahkan bisa menjadi isu kampanye dalam pemilihan umum tahun 2017 nanti.

Sumber: Religion News Service, Huffington Post

(SAV)