PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Semakin Banyak Pasangan Sesama Jenis Australia yang Menikah di Negeri Tetangga

gay

Sidney – Tren pernikahan pasangan sesama jenis akhir-akhir ini semakin berkembang meskipun muncul berbagai tentangan dari berbagai kelompok. Australia, salah satu negara yang belum melegalkan pernikahan sesama jenis, juga mengalami tren ini ketika data memperlihatkan fakta menarik bahwa banyak pasangan sesama jenis Australia yang menikah di negara tetangga, yaitu Selandia Baru.

Pilihan tempat pernikahan di negara kiwi ini bukannya tanpa alasan, karena Selandia Baru merupakan satu diantara 19 negara yang telah melegalkan pernikahan sesama jenis. Proses legalisasi di jalur pemerintahan sudah terjadi sejak pertengahan tahun 2012, sedangkan pernikahan sesama jenis pertama terjadi pada tahun 2013. Secara terbuka, Perdana Menteri Selandia Baru, John Key, menyatakan mendukung kebijakan ini.

Di sisi lain, pemerintahan Australia masih belum melegalkan pernikahan sesama jenis. Pada tahun 2004, pemerintahan Australia di bawah Perdana Menteri John Howard memperkenalkan sebuah peraturan yang melarang pernikahan sesama jenis. Warisan Howard yang didukung penuh oleh Partai Liberal Australia yang bercorak konservatif ini masih bertahan sampai sekarang.

Salah satu dampaknya, yang mungkin juga tidak diduga, adalah dari aspek ekonomi. Pasangan sesama jenis Australia yang memilih menikah di Selandia Baru ternyata juga menimbulkan dampak ekonomi.

Harian terkemuka Australia, The Sidney Morning Herald, di rubrik ekonominya melaporkan bahwa sejak 1 Januari 2014, tercatat 373 pasangan sesama jenis Australia yang menikah di Selandia Baru. Dari jumlah ini, 175 pasangan merupakan pasangan sesama laki-laki, dan sisanya, 198, merupakan pasangan sesama perempuan. Besarnya jumlah pasangan ini, dan mungkin akan terus bertambah, menyebabkan booming ekonomi di sektor pernikahan di Selandia Baru disebut-sebut juga ikut membangkitkan perekonomian di sana.

(santo)

Sumber: The Sidney Morning Herald, The Conversation