PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Jumlah Umat Kristen Amerika Terus Menurun

Cross Flag

Washington – Jumlah umat Kristen di Amerika Serikat memperlihatkan tren menurun, sedangkan pemeluk agama lain dan kelompok atheis memperlihatkan tren sebaliknya. Inilah kesimpulan utama penelitian dari Pew Research Center yang dirilis pada 12 Mei 2015 yang memberi gambaran kontemporer perubahan lanskap keagamaan di Amerika Serikat.

Dalam laporan penelitian yang diperoleh redaksi Pustakalewi.net dari laman resmi Pew Reearch Center, metode yang digunakan adalah jajak pendapat dari 35.071 orang dewasa Amerika yang dilakukan pada tahun kemarin. Mereka yang dilibatkan sebagai responden ini diasumsikan merepresentasikan seluruh unsur warga Amerika Serikat, baik dari segi afiliasi keagamaan, etnisitas, maupun persebaran demografisnya.

Salah satu temuan penelitian ini adalah semakin turunnya pemeluk Kristen di Amerika Serikat. Jajak pendapat serupa pada tahun 2007 memunculkan angka 78,4% dari total responden yang masih mengidentifikasikan dirinya dalam kelompok keagamaan Kristen. Sedangkan data terakhir memperlihatkan penurunan sekitar 8% menjadi 70,6%.

Angka 78,4% ini jika diterjemhakan secara kuantitas setara dengan 178 juta orang yang pada tahun 2007 masih mengidentifikasikan dirinya sebagai Kristen. Angka terakhir, 71% kira-kira setara dengan 173 juta, atau selisih 5 juta dari periode sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan perkembangan agama lain, hal yang sebaliknya justru terjadi. Mereka yang mengidentifikasikan dirinya dengan agama-agama di luar Kristen justru naik dari 4,7% tahun 2007 menjadi 5,9% tahun 2014. Tren terbesar dari kelompok ini muncul dari pemeluk Islam dan Hindu.

Menariknya, walaupun tidak terlalu mengejutkan, tren dari mereka yang tidak mengafiliasikan dirinya dengan jenis agama atau kepercayaan apapun (dalam konteks penelitian sering disebut the nones) juga semakin banyak. Jika pada tahun 2007 kelompok ini mencapai 16,1%, maka pada data terakhir memperlihatkan kenaikan sekitar 6% menjadi 22,8%. Pew Research Center adalah lembaga penelitian terkemuka yang memfokuskan bidangnya pada penelitian sosial keagamaan di Amerika Serikat. Hasil-hasil penelitiannya, terutama tentang keagamaan sering menjadi rujukan utama mengingat badan sensus penduduk Amerika Serikat sampai saat ini tidak menyertakan pertanyaan tentang afiliasi keagamaan dalam sensus nasionalnya. (santo)