PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Persembahan Seorang Tunawisma Membuat Heboh Amerika

koin

Charlotte – Dalam Perjanjian Baru hampir semua orang Kristen pernah membaca tentang apa yang disebut sebagai “persembahan paling berharga”. Bukan persembahan dalam jumlah banyak atau  yang paling besar nominalnya, tapi keping-keping koin terakhir dari seorang janda miskin yang dimaknai dalam kisah tersebut sebagai persembahan paling berharga karena janda miskin tersebut memberikan semua kelimpahannya.

Kisah serupa terjadi di Charlotte, Amerika Serikat, ketika seorang tunawisma memberi persembahan sebesar 18 sen dalam sebuah misa hari minggu pagi di First United Methodist Church (FUMC) di sana.

Persembahan ini ditemukan di piring persembahan yang biasa digunakan orang untuk meletakkan persembahan mereka. Dan yang membuat tersentuh pihak gereja adalah tulisan tangan sang tunawisma yang dituliskan dia mplop persembahan tersebut yang berbunyi: “Tolong jangan marah. Aku tidak mempunyai banyak (harta), Aku hanyalah seorang tunawisma. Tuhan memberkati.”

Pihak gereja yang diwakili oleh Rev. Patrick Hamrick menanggapi persembahan tersebut sebagai sesuatu yang sangat berharga. “Kita tidak marah, kita malah sangat tersentuh oleh hal ini,” ujarnya kepada media lokal.

Gereja kemudian memposting catatan sang tunawisma tersebut di halaman Facebook mereka dan sontak menarik perhatian banyak media massa Amerika Serikat, baik lokal, maupun nasional.  Kehebohan secara nasional muncul mengingat peristiwa ini langsung diasosiasikan dengan kisah di Kitab Suci tentang persembahan paling berharga dari seorang janda miskin tadi.

Kejadian ini semakin membuat bangga Rev. Patrick Hamrick terhadap catatan karya gerejanya di tengah-tengah masyarakat. “Di hari-hari Minggu kamu mungkin duduk diantara sang pemilik perusahaan, seorang pengacara, atau seorang dokter, dan seorang yang tidur di jalanan malamnya,” tukasnya ketika menjelaskan sifat inklusif gerejanya.

(Santo)

Sumber: Dailymail, USA Today