PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Seongnam FC Klub Sepakbola Korea yang Didirikan Gereja

seongnam

Seoul, Pustakalewi.net – Sebuah klub sepakbola moderen lazimnya dimiliki oleh sebuah manajemen profesional di bawah seseorang atau sekelompok pemegang saham mayoritas, tak ubahnya seperti perusahaan komersil. Di Indonesia klub sepakbola semipro dulunya dimiliki oleh pemerintah daerah setempat. Tapi di Korea Selatan, klub sepakbola ini justru dulunya dimiliki dan didirikan oleh gereja.

Seongnam FC, dulunya kita kenal sebagai Seongnam Ilhwa Chunma, merupakan salah satu klub sepakbola yang berlaga di level tertinggi sepakbola profesional Korea, atau K-League. Menariknya, ide pembentukan klub ini datang dari Gereja Unifikasi Korea, salah satu denominasi Pentakosta terbesar di dunia, pada tahun 1989.

Gereja Unifikasi Korea yang dulu dipimpin oleh Rev. Mong Sung-Myun, membentuk Seongnam melalui Tongil Group yang merupakan lembaga komersil untuk menjalankan bisnis gereja. Tongil Group ini walaupun sudah melepas Seongnam FC tapi masih memiliki dua klub sepakbola asing yang berlaga di kompetisi level bawah di Brasil.

Setelah berlaga dalam kompetisi profesional, Seongnam akhirnya mencapai prestasi tertinggi dengan menyabet tujuh kali juara liga dan dua kali juara antarklub Asia, suatu prestasi yang belum berhasil disamai oleh klub sepakbola manapun di Korea sampai saat ini.

Tapi sayang, prestasi ini menurun seiring kematian Rev. Moon Sung-Myun pada tahun 2012. Grafik kemenangan mereka menurun drastis, hal itu berdampak pula terhadap kehadiran jumlah penonton, dan juga pada sisi bisnis klub. Akhirnya pada Desember 2013, Gereja Unifikasi Korea melalui Ilhwa Co.Ltd menjual Seongnam pada pemerintah Kota Seongnam untuk menyelamatkan prestasi dan keuntungan dari Seongnam FC. (santo)

Foto: K-League United