PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pembekalan Pendampingan ODHA Lewat Workshop Pastoral Konseling

image 3

Surabaya, Pustakalewi.Net – Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK) Region Jawa Timur melihat bahwa permasalahan HIV AIDS di wilayah Jawa Timur sudah cukup serius. Tingkat penderita HIV AIDS di Jawa Timur termasuk salah satu yang tertinggi secara nasional. Belum lagi problematika kebijakan beberapa daerah di Jawa Timur yang membubarkan keberadaan lokalisasi.

Situasi tersebut mau tidak mau juga akan ditemui oleh LPK-LPK di Jawa Timur dan berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pelayanan mereka. Untuk memberi pembekalan tentang bagaimana menangani orang penderita HIV AIDS (ODHA) ini, JKLPK Region Jatim menyelenggarakan Workshop Pastoral Konseling Pendampingan ODHA di Gedung BK3S, Surabaya, mulai tanggal 3 – 5 Juli 2014.

Tema utama yang dibahas adalah mengenai pastoral konseling, tapi di awal-awal juga dibahas mengenai aspek sosial mengenai ODHA itu sendiri. Hal ini dirasa penting mengingat aspek labelisasi atau stigma di masyarakat kita cukup kuat terhadap ODHA.

Ada tiga fasilitator yang memberi pembekalan bagi peserta workshop kali ini. Pertama adalah Kresno Budhi, aktivis yang punya rekam jejak lama dalam mendampingi orang-orang di lokalisasi di Jawa Timur dan juga pernah aktif dalam JKLPK. Kedua adalah Martha Hebi yang juga punya pengalaman dalam permasalahan pendampingan ODHA dan sekarang aktif di lembaga yang melakukan pemberdayaan masyarakat di area Jawa Timur. Dan untuk materi pastoral konseling fasilitatornya adalah Pdt. Evie Umboh dari GKJW Jemaat Rungkut Surabaya. Selain itu, ada juga paparan di hari kedua oleh Farid Hariri dari lembaga Mahameru yang menyediakan komunitas pendukung sebaya di 14 kota/kabupaten di Jawa timur.

Ada banyak hal yang dipaparkan oleh ketiga fasilitator tersebut yang membukakan wawasan peserta tentang bagaimana melihat permasalahan ini dan bagaimana seluk beluk penanganannya di lapangan. Pengalaman langsung berinteraksi dengan penderita HIV AIDS juga dilakukan dalam workshop tersebut untuk memahami bagaimana kisah hidupmereka. Di hari terakhir, untuk lebih memantapkan apa yang sudah didapat, juga dilakukan studi kelompok tentang cara penulisan verbatim serta praktiknya.

Peserta dari workshop kali ini adalah 30 peserta dari LPK dan gereja-gereja yang mempunyai perhatian terhadap masalah ini. Dari LPK yang sudah aktif di JKLPK Jawa Timur yang hadir diantaranya adalah dari Pondok Kasih Surabaya, Pustaka Lewi Surabaya, PA Lydia Surabaya, PA Sumber Kasih Surabaya, LKK Surabaya, Yayasan Mariam Surabaya, LKS Doulos Batu, Yayasan Kristen Petra Madiun, Komunitas Budaya Titi Wanci Malang, dan Yayasan Lumbung Yusuf Sidoarjo. Dari utusan lembaga gereja yang hadir adalah dari GKJW Rungkut Surabaya, GKJW Mlaten Sidoarjo, GKJW Mulyosari Surabaya, GMII Antiokhia Surabaya, GPIB Maranatha Surabaya, dan GSJPdI Jombang. Sedangkan perwakilan dari sekretariat nasional JKLPK adalah Ibu Woro Wahyuningtyas selaku direktur JKLPK.