PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Edward Dewaruci: “Saya Yakin Dul Akan Dihukum Lebih Ringan dari Anak Hatta Rajasa”

edward

Surabaya, Pustakalewi.net – Peristiwa tabrakan maut yang melibatkan putra musisi Ahmad Dhani di tol Jagorawi beberapa waktu lalu yang menewaskan tujuh orang membuat prihatin Direktur Surabaya Children Crisis Center (SCCC) Edward Dewaruci. Dia mengungkapkannya saat diwawancara melalui Blackberry Messengernya oleh Pustakalewi.net pada Sabtu (14/09).

Menurutnya peristiwa yang dialami oleh anak bungsu Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani alias Dul telah menjadi pembelajaran bagi para orang tua,supaya  jangan menyayangi anak secara berlebih sampai memanjakan karena bagaimanapun dalam kasus si Dul ini tetaplah pihak orang tua dalam hal ini orang dewasalah yang bersalah.

Kejadian semacam itu tidak akan terjadi jika ada orang dewasa atau orang tua yang peduli karena pasti akan ada yang mengingatkan jika si anak sudah melanggar peraturan atau norma – norma yang ada sehingga secara langsung atau tidak langsung orang tua atau orang dewasa tersebut sudah melindungi si anak tersebut.

Lebih lanjut Edward menjelaskan untuk kasus yang dialami oleh Dul ini, si Anak sejak dini harus belajar bertanggung jawab sehingga harus mau dihukum. Hukuman yang mendidik sebagai contoh anaknya Presiden Amerika Serikat Bill Clinton saat itu kedapatan menyetir sambil mabuk tetap dihukum, meski hukumannya pun kerja secara sosial.

Menurutnya hukuman kerja sosial di Indonesia bisa saja dilakukan seperti melayani panti jompo, lagi pula aturan itu sudah mulai ada untuk diterapkan. anak yang terkena kasus hukum jenis hukumannya beragam sesuai UU 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak. Secara pidana orang tua si Dul tidak bisa dikenakan hukuman karena tanggung jawab pidana itu untuk pelaku belum ada tanggung renteng hukuman, tetapi kalau untukhukum perdata hal itu bisa dilakukan sebagai contoh seorang majikan membayar ganti rugi karena sopirnya sudah menabrak orang.

“Saya yakin jika anak Hatta Rajasa saja yang sudah dewasa bisa dihukum percobaan, masa Dul yang masih usia 13 tahun itu akan dihukum lebih berat,” ujarnya mengakhiri wawancara dengan Pustakalewi.net.

Reporter: Marvin

Foto: Jatimnow.com