PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Gereja Eropa Sepi Karena Diabaikannya Spiritualisme

romo wiwit

Surabaya, Pustakalewi.net – Diabaikannya spiritualisme atau dimensi-dimensi mistis dalam  kehidupan Kekristenan dianggap oleh Romo Irenaius Wiwit dari Gereja Orthodox Indonesia menjadi sebab sepinya gereja-gereja di Eropa sekarang.

Seperti yang diberitakan akhir-akhir ini, situasi kontras muncul di Inggris dan belahan Eropa yang lain dimana gereja-gereja semakin sepi, sedangkan masjid justru berkembang komunitasnya.

Lebih lanjut, melalui pesan yang dikirim via Blackberry Messenger pada Minggu (02/06), Romo Irenaius yang bertugas di wilayah Gresik dan sekitarnya ini menjelaskan bahwa di belahan dunia barat, (gereja) Orthodox, atau yang disebut juga Kekristenan Timur,  justru tetap penuh. Contohnya di Prancis, berkembang dan malah memakai gedung gereja Katolik.

Kekristenan timur bisa seperti ini karena tetap memegang unsur misteri dalam keimanan. Segi mistisisme ini yang juga penting dalam kehidupan kristen. Di barat, Kristen yang tumbuh berkembang ternyata tidak tahan terhadap gempuran sekularisme dan materialisme.

Di samping itu, jemaat juga dianggap sudah jenuh. Romo Irenaius mencontohkan jika ada orang kristen yang tidak pindah ke islam maka mereka jadi orang yang tidak menghiraukan lagi agama, menjadi seorang sekular. Berkembangnya umat Islam di Eropa juga dibantu lewat banyaknya imigran (kaum pendatang) dari timur yang datang ke Eropa.

Di akhir pembicarannya, Romo Irenaius menekankan bahwa kita umat Kristen yang ada di Indonesia ini, sebenarnya jangan terlalu kuatir tentang sedikit atau banyaknya orang Kristen yang masuk gereja. Yang harus ditekankan adalah bagaimana kita menguatkan keimanan dan membentuk kebenaran iman. Ini yang menurutnya harus dijawab dengan kesetiaan personal.

Seperti pada masa Yesus dahulu, jumlah umat Kristen lebih sedikit dibanding umat Yahudi, tapi kebenaran Kristus tidak pernah diragukan hanya karena jumlah pengikutnya sedikit.