PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

“Ramadhan Ceria” bersama 1000 Anak Berkebutuhan Khusus

ramadanpondokkasih
Suasana Ramadhan Ceria Yayasan Pondok Kasih di Gelora Pancasila

Surabaya – Bertepatan dengan bulan Ramadhan dan masih berkaitan dengan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-65 tahun, 1000 anak berkebutuhan khusus dari 34 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) mengisi kegiatan dengan menggelar pentas seni di Gelora Pantjasila, Jalan Indragiri, Kamis (26/08). Mereka berasal dari SLB dan YPAC se-Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Krian.

Kegiatan yg diprakarsai Yayasan Pondok Kasih ini menyuguhkan aneka hiburan, salah satunya panggung boneka. Bercerita tentang kisah sebuah keluarga yang awalnya merasa malu dengan kehadiran buah hati mereka yang berkebutuhan khusus. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, keluarga tersebut akhirnya bisa menerima kenyataan tersebut dan bisa hidup bahagia.

Tentu saja, aksi hiburan panggung boneka ini menjadi magnet tersendiri bagi ribuan anak berkebutuhan khusus yang memenuhi Gelora Pantjasila. Dari awalnya banyak yang asyik bermain sendiri, konsentrasi mereka akhirnya tertuju pada panggung. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang akhirnya berdiri di bibir panggung untuk sekadar melihat boneka-boneka yang  bisa “berbicara dan menari” itu.

Pungky Novan (19) misalnya, siswa SLB Siti Hajar Buduran, Sidoarjo ini merasa sangat terhibur dengan atraksi panggung hiburan. “Bonekanya lucu sekali. Saya sangat senang,” kata penyandang Tuna Grahita yang akrab dipanggil Novan ini.

Hal senada juga diungkapkan Isminah Nur, pendamping Novan. Salah satu staf pendidik di SLB Siti Hajar Buduran, Sidoarjo yang biasa akrab dipanggil dengan nama Bu Is ini merasa bahagia mendapat undangan dari Yayasan Pondok Kasih untuk menghadiri acara pentas seni.  

“Biar anak-anak senang dan tidak merasa jenuh dengan rutinitas di sekolah. Apalagi bagi anak-anak berkebutuhan khusus seperti mereka, acara seperti ini dapat memberikan kebahagiaan tersendiri,” ujar guru kelas 2 ini.

Tak hanya menyuguhkan panggung boneka, tapi anak-anak berkebutuhan khusus ini juga diajari main sulap. Selain itu, juga diberi kesempatan untuk menunjukkan atraksi mereka. Ada yang menari, bahkan ada juga yang bermain biola.

Menurut Hana Amalia Vandayani Ananda, ketua Yayasan Pondok Kasih (YPK), tujuan digelarnya acara ini memang sengaja untuk memberikan hiburan tersendiri bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam sambutannya, Hana juga berpesan bahwa anak berkebutuhan khusus adalah juga generasi masa depan bangsa. “Jangan sampai mereka menjadi the lost generation, atau dianggap generasi yang hilang, sehingga diangap tidak perlu diperhatikan,” harap Hana yang pernah mendapatkan penghargaan Satya Lancana (2004-2005) dan Dharma Karya Kancana (2006) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hana yang sudah puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk ribuan kaum papa di Surabaya ini juga menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap keberadaan para guru dan tenaga pendidik di SLB dan YPAC.

“Mengingat tidak semua orang mempunyai tingkat ketelatenan dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus ini. Hanya dengan kasih, kerja keras, profesionalisme, konsistensi, keikhlasan, kesabaran yang luar biasa, bapak dan ibu dapat menjalankan tugas yang berat namun mulia ini. Jadi, saya yakin, guru-guru tersebut akan dicatat sebagai penghuni surga,” tegas Hana yang disambut koor amin.

Usai menggelar acara bersama 1000 anak berkebutuhan khusus dari 34 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) se-Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Krian, sorenya di tempat yang sama, Yayasan Pondok Kasih juga menggelar Parade Seni dan Budaya.

Selain menyuguhkan kesenian dari pelbagai provinsi, acara ini juga dihadiri tokoh lintas agama, tokoh masyarakat serta ribuan kaum papa yang berasal dari komunitas binaan Yayasan Pondok Kasih se-Surabaya. Dan sebagai penutup, digelar acara buka puasa bersama.

Sumber: Humas Yayasan Pondok Kasih