PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kidung Bangsaku untuk Satu Abad Kebangkitan Nasional

harkitnaspondokkasih

Surabaya – Beragam kegiatan akan digelar Yayasan Pondok Kasih untuk memperingati satu abad Kebangkitan Nasional. Salah satunya, suatu pagelaran teater musikal kolosal bertajuk “Kidung Bangsaku” yang akan berlangsung pada Selasa (20/05) malam di area halaman Tugu Pahlawan, Surabaya.

Hal ini dijelaskan DR. Hana Amalia Vandayani Ananda, wakil ketua panitia sekaligus Ketua Yayasan Pondok Kasih, dalam rilis persnya.

Ada pun visi yang hendak dicapai dalam pagelaran teater musikal “Kidung Bangsaku, kata Hana Ananda, salah satunya untuk menumbuhkan kembali sikap nasionalisme dan bangkitnya jiwa patriotik masyarakat yang mulai luntur.

“Sekaligus, untuk mengembalikan karakter integritas bangsa, disertai rasa solidaritas dan toleransi nasional yang berwawasan kebangsaan,” kata wanita paruh baya yang akrab dipanggil mama Hana ini.

Guna menyukseskan teater musikal kolosal ini, Daniel Lukas Rorong, Sie Publikasi dan Promosi menjelaskan, acara ini akan melibatkan ratusan penari dan ribuan undangan yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat serta para pemuka agama. Bahkan, Mochammad Noer, tokoh masyarakat Jawa Timur dijadwalkan memberikan salam kebangsaan.

Yang menarik, ada tamu dari lima negara yang dipastikan hadir dalam acara ini, diantaranya dari Australia, Amerika dan Singapura.

Tak hanya itu, doa bersama, orasi kebangsaan serta atraksi kesenian dari lintas agama akan mewarnai pagelaran akbar ini. Juga, para hadirin diwajibkan untuk memakai ikat kepala merah putih yang telah disediakan panitia.

Diantaranya, dialog kebangsaan di Balai Pemuda pada Jumat (16 Mei) malam lalu yang menghadirkan narasumber Prof. DR. Hotman Siahaan, Prof. DR. Tjuk Sukiadi, Pingky Saptandari, MA dan DR. Dede Oetomo, PhD.

Tak lupa, kegiatan bakti sosial juga digelar pada Minggu (18 Mei) siang di Osowilangun. Lalu Senin (19 Mei) siang di Liponsos, panitia akan membagikan alas tidur dan baju layak pakai. Dilanjut pada 28 Mei di Probolinggo.

Sedangkan pada 21 Oktober 2008 diadakan Sepekan pemutaran film Nasional “Raja Ali Haji”, suatu cerita Pahlawan Bahasa Indonesia di seluruh gedung bioskop Surabaya.

Pada 26 Oktober 2008, diadakan Orasi Kebudayaan bersama para budayawan nasional di Balai Taman Budaya Jawa Timur Jalan Genteng Kali Surabaya. 27 Oktober 2008 di tempat yang sama dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan bersama Ki Dalang Enthus Susmono (Tegal) berkolaborasi dengan musisi Frangky Sihalatua.

Puncaknya, pada 28 Oktober 2008, diadakan Kirab Pusaka Nusantara dari Lantamal V Ujung menuju Lapangan Makodam V secara militer, sebagai suatu penghormatan terhadap lambang-lambang landasan pra-Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Rorong)