PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pagelaran Teater Musikal untuk Peringati Hari Kebangkitan Nasional

harkitnaspondokkasih

Surabaya – Berkaitan dengan peringatan satu abad Hari Kebangkitan Nasional, Panitia Pagelaran Langen Gita akan menggelar “Kidung Bangsaku”, suatu pagelaran teater musikal kolosal yang akan berlangsung pada 20 Mei mendatang di area halaman Tugu Pahlawan, Surabaya. Bertindak sebagai panitia penyelenggara, diantaranya Yayasan Pondok Kasih, Kinarya Resi Rajani, Bamag Surabaya, Forum Membangun Persaudaraan Indonesia (FMPI) dan didukung pelbagai organisasi keagamaan dan elemen masyarakat.

Hal ini dijelaskan Christanto Wibisono, wakil ketua panitia sekaligus sutradara dari pagelaran teater musikal kolosal ini pada rekan-rekan media di Rumah Makan Sari Nusantara, Kamis (15/05) siang.

Ada pun visi yang hendak dicapai dalam pagelaran teater musikal “Kidung Bangsaku, salah satunya untuk menumbuhkan kembali sikap nasionalisme dan bangkitnya jiwa patriotik masyarakat yang mulai luntur.

“Sekaligus, untuk mengembalikan karakter integritas bangsa, disertai rasa solidaritas dan toleransi nasional yang berwawasan kebangsaan,” kata Christanto yang juga mantan jurnalis ini.

Guna menyukseskan teater musikal kolosal ini, DR. Hana Amalia Vandayani Ananda, wakil ketua panitia sekaligus Ketua Yayasan Pondok Kasih menjelaskan, panitia akan melibatkan ratusan penari dan ribuan undangan yang terdiri dari para mahasiswa, tokoh masyarakat serta para pemuka agama. Bahkan, Mochammad Noer, tokoh masyarakat Jawa Timur dijadwalkan akan memberikan salam kebangsaan. Juga ada tamu dari lima negara yang dipastikan hadir dalam acara ini.

Lebih lanjut, Hana Ananda mengatakan, tak hanya teater musikal kolosal saja, tapi panitia juga telah menyiapkan serangkaian acara untuk memperingati satu abad Hari Kebangkitan Nasional, juga 80 tahun Hari Sumpah Pemuda. Diantaranya, dialog kebangsaan di Balai Pemuda pada 16 Mei, bakti sosial di Osowilangun pada 18 Mei, bakti Sosial di Liponsos pada 19 Mei, bakti sosial di Probolinggo pada 28 Mei, dan dialog Kebangsaan Nasional di Situbondo pada 29 Mei.

Sedangkan pada 21 Oktober 2008 diadakan Sepekan pemutaran film Nasional “Raja Ali Haji” suatu cerita Pahlawan Bahasa Indonesia di seluruh gedung bioskop Surabaya, 21 Oktober 2008 diadakan Sepekan pemutaran film Nasional “Raja Ali Haji” suatu cerita Pahlawan Bahasa Indonesia di seluruh gedung bioskop Surabaya, 26 Oktober 2008 diadakan Orasi Kebudayaan bersama para Budayawan Nasional di Balai Taman Budaya Jawa Timur Jln. Genteng Kali Surabaya, 27 Oktober 2008 di tempat yang sama dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Kulit Kebangsaan bersama dengan Ki Dalang Enthus Susmono (Tegal) berkolaborasi dengan musisi Frangky Sihalatua.

“Pokoknya, setiap bulan dari bulan Mei sampai dengan Oktober 2008, akan diselenggarakan seminar kebangsaan yang akan ditujukan untuk kalangan mahasiswa atau Perguruan Tinggi yang ada di Surabaya diawali dengan pemutaran beberapa film dokudrama kebangsaan dari Garin Nugroho,” jelas Hana Ananda.

Puncaknya, pada 28 Oktober 2008, diadakan Kirab Pusaka Nusantara dari Lantamal V Ujung menuju Lapangan Makodam V secara militer sebagai suatu penghormatan terhadap lambang-lambang landasan pra-Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Usai jumpa pers, para panitia menggelar doa bersama di depan Patung Gubernur Suryo yang terletak di dekat areal sekitar jumpa pers. Acara doa bersama ini dipimpin oleh masing-masing tokoh dari lintas agama. Dr. Drs. Ec. M. Sudhi Dharma MTh mewakili umat Kristen, KH. Noehan Affandi mewakili umat Islam serta beberapa tokoh agama lain.

(Rorong)