PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ribuan Anak Cacat se-Surabaya Bergembira Bersama 50 Badut

paskahpondokkasih

Surabaya – Puncak perayaan Paskah tahun ini di Surabaya digelar Yayasan Pondok Kasih, Rabu (16/4) di Gelora Pancasila, Surabaya. Tak hanya satu, tapi tiga acara sekaligus dalam sehari.

Diawali perayaan Paskah bersama anak-anak SLB (Sekolah Luar Biasa) dan YPAC (Yayasan Pendidikan Anak Cacat) se-Surabaya, tak kurang 1500 anak yang mengalami ‘kekurangan’ tersebut merayakan kebangkitan Isa Almasih yang bertema “Kuasa Kebangkitan”. Mereka berasal dari 23 SLB dan YPAC, diantaranya YPAC Simpang Darmo, YPAC Semolowaru, SLB Karya Mulia dan SLB AKW Kumara.

Aneka hiburan pun disuguhkan buat mereka. Mulai dari pertunjukan panggung boneka sampai penampilan lucu 50 badut dari tim Masa Depan Cerah (MDC), sengaja ditampilkan untuk memeriahkan acara.

Tak hanya itu, mereka pun diberi kesempatan untuk menunjukkan bakat dan talenta masing-masing, salah satunya Eka Christian. Siswa kelas 8 YPAB (Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta) Sukolilo ini ‘unjuk gigi’ dengan memainkan biola. Dengan kepiawaiannya bermain alat musik gesek itu, lagu rohani berjudul ‘Seperti Rusa Yang Haus’ dimainkannya dengan sempurna. Bahkan Eka pun sempat bermain organ sambil berolah vokal melantunkan lagu rohani lain berjudul ‘Engkaulah Kekuatanku’.

Yang menarik, KH. Noehan Affandi dari Pondok Pesantren Annadiyah Jalan Demak Surabaya terlihat hadir diantara para undangan. Bahkan Kh Noehan juga didaulat untuk memberikan sedikit siraman rohani. “Meski ada perbedaan kenyakinan diantara kita, tapi tujuan kita sama, yakni beribadah kepadaNya menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing. Percayalah, perbedaan itu indah,” katanya diatas panggung.

Kelar itu, dilanjut perayaan Paskah bersama anak-anak Kristen dan Katolik se-Surabaya. Tak kurang 5000an anak ‘membanjiri’ GOR yang berada di Jalan Indragiri tersebut. Mereka berasal dari anak-anak Sekolah Minggu dan komunitas miskin binaan Yayasan Pondok Kasih, seperti di Lokalisasi Tambak Asri, Lokalisasi Bangunsari, Kuburan Rangkah, Kuburan Kembang Kuning dan Terminal Joyoboyo.

Sama seperti Paskah anak-anak SLB dan YPAC, seusai acara, mereka juga diberi bingkisan ‘Samaritan Purse’. Bantuan dari luar negeri yang berisikan aneka mainan dan perlengkapan sekolah ini dibagikan secara gratis. Dan raut muka gembira pun terpancar dari anak-anak polos ini. Setelah tahu isi di dalam kotak yang dibungkus kado ini, mereka pun sontak berteriak kegirangan.

“Asik, aku dapat boneka dan baju,” teriak Dewi, 10 tahun yang berasal dari komunitas lokalisasi Tambak Asri.

“Meskipun di kesehariannya, anak-anak ini kurang beruntung, namun dengan semangat Paskah, kita ingin mengajak mereka bergembira dan bangkit dari keterpurukan,” kata Hana Amalia Vandayani Ananda, Ketua Yayasan Pondok Kasih pada sejumlah awak media.

Ditanya mengapa Perayaan Paskah dilaksanakan pada saat ini, sedangkan peringatan Paskah justru sudah berlangsung beberapa waktu lalu? Menurut Daniel Lukas Rorong, Humas Yayasan Pondok Kasih, karena kami ingin memungkasi perayaan Paskah 2008 dengan kegiatan yang melibatkan anak-anak kurang beruntung.

(Rorong)