PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Peringatan Jumat Agung dan Paskah di Lokalisasi Tambak Asri

viadolorosa
Teatrikal Via Dolorosa

Surabaya – Peringatan Jumat Agung dirayakan secara berbeda oleh 50-an aktifis Kristen dari Persekutuan Warga Kristen (PWK) Wilayah 8 dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRan) Partai Damai Sejahtera Kecamatan Krembangan Surabaya. 50 aktifis Kristen ini sendiri juga masyarakat yang menghuni kompleks Lokalisasi Tambak Asri dan Bangunsari Surabaya. Mereka menggelar aksi drama teatrikal Via dolorosa di sepanjang jalan raya di kompleks Lokalisasi Tambak Asri atau yang lebih dikenal dengan nama Kremil ini.

Aksi drama teatrikal Via dolorosa ini sendiri diperankan oleh jemaat GKIN Sarfat yang terdiri dari para pemuda dan ibu-ibu. Ada yang berperan sebagai Yesus, para prajurit dan ibu-ibu yang menangis di sepanjang prosesi penyaliban Yesus.

Aksi drama teatrikal Via Dolorosa ini dimulai dari rumah di Jalan Tambak Asri 187 yang juga sekretariat Persekutuan Warga Kristen (PWK) Wilayah 8 dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRan) Partai Damai Sejahtera Kecamatan Krembangan Surabaya.

Di sepanjang prosesi Via Dolorosa yang mengambil separuh bahu jalan di Tambak Asri, para pemuda yang berperan sebagai prajurit secara bergantian mencambuk, memukuli dan menendang “Yesus” yang diperankan oleh….. Mendapat perlakuan demikian, tentu saja si “Yesus” berkali-kali jatuh, bahkan sampai tersungkur ke tanah.

Melihat hal ini, membuat para ibu-ibu yang mengikuti proses penyaliban “Yesus” menjerit bahkan sampai menangis. “Hentikan…hentikan…Jangan siksa TUHAN kami! DIA tidak bersalah sama sekali” teriak mereka berkali-kali saat “Yesus” jatuh tersungkur ke tanah.

Tak hanya para prajurit dan ibu-ibu saja, tapi tokoh “Yesus” juga terlihat benar-benar menghayati perannya. Dengan menahan rasa sakit akibat dipukuli dan ditendang, tokoh “Yesus” juga harus memikul kayu salib yang lumayan berat.

Tentu saja, aksi drama teatrikal ini mendapat perhatian dari masyarakat, tak terkecuali para Pekerja Seks Komersil (PSK) dan mucikari yang menghuni kompleks Lokalisasi Tambak Asri ini. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang keluar dari wismanya untuk melihat aksi drama ini.

Setiba di halaman SMP Bina Karya yang terletak di tengah-tengah kompleks lokalisasi, aksi drama teatrikal ini pun diakhiri dengan proses penyaliban Yesus.

Usai proses penyaliban, aksi pun berlanjut dengan perayaan Paskah. Uniknya, mereka merayakan momen kebangkitan Yesus ini dengan membagi-bagikan telur Paskah. Sebanyak 250 telur dibagikan pada balita, ibu-ibu, tukang becak, pengemis dan pengamen yang ditemui, tak terkecuali para PSK dan mucikari yang menghuni kompleks Lokalisasi Tambak Asri.

(Rorong)