PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Bernuansa Kristiani, Cover Majalah Tempo Diprotes

temposeoharto
Cover Majalah Tempo yang Diprotes PDS Surabaya

Surabaya, Pustakalewi.com – Dewan Pimpinan Cabang Partai Damai Sejahtera (PDS) Surabaya memprotes penerbitan gambar sampul Majalah Tempo edisi no 50/XXXVI/04-10 Februari 2008, yang memuat laporan khusus mengenai meninggalnya mantan Presiden Soeharto.

Simon Lekatompessy, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Damai Sejahtera Surabaya menyayangkan penerbitan gambar sampul Majalah Tempo di edisi yang terbit sejak Senin (04/02) lalu.

Untuk diketahui, pada sampul depan Majalah Tempo edisi no 50/XXXVI/04-10 Februari 2008, yang memuat laporan khusus mengenai meninggalnya mantan Presiden Soeharto dengan judul laporan utama “Setelah Dia Pergi” itu, digambarkan Soeharto duduk di sebuah meja dikelilingi anak-anaknya. Ilustrasi posisi duduk keluarga Cendana ini mirip dengan lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci, yaitu ketika Yesus Kristus duduk dikelilingi murid-muridnya menjelang penyaliban.

“Masih banyak bahkan jutaan karikatur yang bisa dimuat untuk mengupas tuntas berita seputar Pak Harto. Kenapa harus lukisan ‘Perjamuan Terakhir’ karya Leonardo, dimana lukisan itu menggambarkan Yesus Kristus duduk dikelilingi murid-muridnya menjelang penyaliban?,” ujar Simon, yang juga pimpinan di Starindo Advertising Surabaya ini.

Hal senada juga diungkapkan Daniel Lukas Rorong, Humas PDS Surabaya. “Meski sudah ada klarifikasi dan permohonan maaf dari pihak Tempo, agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan Kristiani, kami juga mendesak agar Tempo segera menarik majalah edisi 4-10 Februari 2008 yang mencantumkan cover Soeharto dalam lukisan The Last Supper karya Leonardo da Vinci tersebut,” ungkap Daniel.

Lebih lanjut, dikatakan Daniel, jika sampai Kamis (07/02) pukul 20.00 WIB, Majalah Tempo edisi 4-10 Februari 2008 masih beredar di Surabaya, seluruh pengurus, anggota, dan simpatisan Partai Damai Sejahtera Surabaya akan menggelar aksi demo damai pada Jumat (08/02) sore.

(Rorong)