PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ratusan Siswa Sekolah Bina Karya Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Soeharto

Aksi utk Soeharto 7345
Doa Bersama Siswa-Siswi Sekolah Bina Karya Surabaya

Surabaya, Pustakalewi.com – Menjelang peringatan tujuh hari meninggalnya Soeharto, ratusan siswa Sekolah TK-SD-SMP Bina Karya Surabaya menggelar doa bersama untuk Presiden Republik Indonesia ke-2 itu.

Doa bersama yang digelar di halaman sekolah SD Bina Karya di Tambak Asri Gang Teratai, Jumat (01/02) pagi dipanjatkan, selain untuk mendoakan Soeharto agar arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, juga memohon pengampunan agar dimaafkan dari segala kesalahan yang telah diperbuatnya selama memimpin bangsa ini.

“Tidak sedikit amal dan kebaikan Pak Harto bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, marilah kita lupakan kesalahan yang ada. Karena tidak ada yang luput dari kesalahan. Dan kita juga harus mengakui jasa Pak Harto sangat penting dalam pembangunan dan kemajuan republik ini,” kata Dra. Sudarwati Rorong, MM, Kepala Sekolah SD Bina Karya pada rekan-rekan pers.

Meski tidak mengalami masa pemerintahan orde baru, para siswa berharap agar masyarakat mau memaafkan mantan Presiden Soeharto yang telah berpulang ke sisi Allah SWT.

“Poin inilah yang ingin kami ajarkan pada para siswa. Kami ingin mendidik moral mereka agar memiliki sifat mengampuni terhadap kesalahan orang lain,” tegas Sudarwati.

Sebelum doa dimulai, para siswa ini terlebih dulu mendapat penjelasan tentang jasa dan kebaikan Soeharto selama menjabat sebagai presiden hingga akhirnya jatuh sakit setelah lengser Mei 1998 lalu.

Sedangkan doa bersama sendiri dipimpin Drs. Asmuntik, guru agama. Saat melakukan doa bersama, para siswa SD ini juga menenteng poster-poster berupa guntingan berita Soeharto di beberapa media cetak. Mulai dari terbaring sakit sampai meninggal.

Tak ketinggalan, beberapa poster yang bertuliskan, “Maafkan Pak Harto!”, “Selamat Jalan Pak Harto, Kami Mendoakanmu!”, “Selamat Jalan Bapak Pembangunan Indonesia!”, dan “Pak Harto Juga Manusia!” menghiasi dinding-dinding tembok bangunan sekolah yang berada di tengah-tengah kompleks lokalisasi Tambak Asri Surabaya ini.

Yang menarik, usai melakukan doa bersama, para siswa diberi kesempatan untuk menulis puisi atau surat sebagai tanda belasungkawa pada almarhum Soeharto. Sedangkan yang kelas 1 dan kelas 2, mereka diberi tugas untuk mewarnai gambar Soeharto.

“Nantinya, surat dan puisi-puisi dari para siswa akan kami kirimkan pada Mbak Tutut selaku perwakilan keluarga dari almarhum. Hal ini sebagai penghormatan terakhir dan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Pak Harto,” kata Daniel Lukas Rorong, humas dan koordinator aksi.

(Rorong)