PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pelantikan Pengurus GMKI Surabaya 2007-2008

Surabaya, Pustakalewi.net – Sabtu sore kemarin (26/5), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Surabaya mengadakan acara pelantikan pengurus untuk masa bakti 2007-2008. Bertempat di ruang Student Center, markas besar GMKI Surabaya, Jl. Tegalsari 62 Surabaya, acara ini dihadiri sekitar lima puluhan undangan, sebagian besar anggota GMKI cabang Surabaya. Tampak pula para undangan dari PGI Surabaya dan beberapa perwakilan dari Forum Senior GMKI.

Susunan acara sendiri dibagi menjadi dua sesi, ibadah dan pelantikan. Mengalunnya lagu “Serikat Persaudaraan” menandai dimulainya acara malam itu. Setelah diawali doa, Pdt. Sihotang dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Surabaya menyampaikan renungannya.

Dengan mengambil dasar Firman Tuhan dari Yohanes 17:21, ayat yang menjadi doa Tuhan Yesus bagi para murid-Nya, beliau menegaskan kembali amsal utama dari GMKI, Ut Omnes Unum Sint, biarlah semua menjadi satu adanya. Menjadi satu karena kita satu dalam iman, baptisan, dan Roh Kudus. Itulah yang menjadi dasar pelayanan kita, terutama GMKI sebagai gerakan mahasiswa. “Karena pada hakikatnya semua mahasiswa Kristen, di hadapan Tuhan Yesus mereka adalah anggota GMKI”, begitu tegas beliau.

Sedikit disinggung pula mengenai romantisme sejarah, dimana pada masa perjuangan menumbangkan rezim orde baru, para mahasiswa Kristen, terutama mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Universitas Katolik Atmajaya (Unika Atmajaya), termasuk yang berada di garis depan perjuangan. Tetapi setelah reformasi, terjadi pengkotak-kotakan yang berakibat semakin menderitanya rakyat. Belum lagi angka kemiskinan yang semakin meningkat. Untuk itulah GMKI sekarang harus kembali kepada khittah, yaitu Yoh. 17:21, sekaligus menganjurkan pengurus GMKI sekarang mempelajari kembali sejarah pembentukan Gerakan Mahasiswa Kristen Internasional yang telah banyak berperan, salah satunya dalam pembentukan Dewan Gereja Sedunia. Beberapa tokoh awal GMKI, seperti Rufinus dan Sutan Gunung Mulia, yang namanya diabadikan sebagai sebuah penerbit buku-buku rohani, juga disebutkan perlu untuk diteladani.

Di akhir renungannya, beliau menyampaikan bahwa tanggung jawab terbesar GMKI sekarang adalah menjadi satu, dan peran seorang pemimpin sangatlah signifikan di sini. “Pemimpin harus mempunyai jiwa yang takut akan Tuhan, kemudian harus mempunyai knowledge, karena pemimpin haruslah seorang yang pintar”, tegas pendeta yang berdomisili di daerah Tandes ini.

Setelah acara kebaktian, acara pelantikan pengurus baru dimulai dengan pembacaan keputusan dari GMKI pusat, yang dibacakan oleh Sdr. Mambe, yang merupakan wakil sekretaris umum GMKI Pusat. Ditetapkan bahwa Daniel Sihotang menjadi ketua GMKI masa bakti 2007-2008 menggantikan Libertus Atmo Wijaya Simbolon (STT Bethany), dibantu dengan Markus Kokoya sebagai sekretaris. Ditandai dengan penyerahan secara simbolis kenang-kenangan dari ketua yang lama kepada yang baru, disaksikan oleh perwakilan dari Forum Senior GMKI, pengurus GMKI Surabaya secara resmi dilantik.

Dalam sambutannya, ketua GMKI yang baru, Daniel Sihotang menegaskan akan melanjutkan kepemimpinan GMKI dengan baik, terutama karena tahun 2008 depan GMKI Surabaya akan punya gawe besar, yaitu menjadi tuan rumah Kongres Nasional GMKI ke-31. Suatu pekerjaan yang tentunya tidak akan mudah mengingat kongres ini berskala nasional. Penunjukan Surabaya sebagai tuan rumah Kongres Nasional GMKI ini diputuskan setelah Kongres Nasional GMKI ke-30 di Kupang beberapa waktu lalu.

Sambutan yang lain datang dari Ibu Anita, mewakili Forum Senior GMKI. Aktivis GMKI tahun 1960-an awal ini selain mengucapkan selamat juga menghimbau kepada 21 anggota pengurus yang baru untuk terus menjalin komunikasi dengan para seniornya yang tergabung dalam Forum Senior GMKI. Dari undangan yang hadir, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Surabaya juga ikut memberikan kata sambutannya. Keberadaan GMKI sebagai salah satu kelompok Cipayung bersama HMI, PMII, PMKRI, dan GMNI diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Dari jajaran pengurus GMKI yang baru, sebagian pengurus  lama masih terlihat disamping beberapa pengurus yang masih baru. Yang menarik di sini, background tempat pendidikan mereka yang cukup bervariasi. Mulai dari Institut Teknologi 10 Nopember (ITS), kemudian dari Universitas Airlangga,  Universitas Bhayangkara, Adi Buana, sampai pada Sekolah Tinggi Teologi Bethany. Secara keseluruhan, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga dan STT Bethany yang mendominasi jajaran pengurus yang baru ini.

(Santo)